BALIKPAPAN — Menyongsong pengalihan penuh pengelolaan Balikpapan City Trans (Bacitra) ke pemerintah daerah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mulai tancap gas menyusun skema tarif dan mencari terobosan pembiayaan mandiri. Langkah ini diambil agar operasional transportasi umum tersebut tidak melulu membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Salah satu strategi kreatif yang disiapkan Pemkot Balikpapan adalah menyulap bodi armada Bacitra menjadi ruang komersial atau media iklan. Potensi pendapatan dari sektor non-tiket (non-farebox) ini diharapkan mampu menopang kebutuhan operasional sekaligus memberikan pemasukan tambahan bagi kas daerah.
Kepala Dishub Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, mengungkapkan bahwa optimalisasi armada menjadi kunci utama di tengah pengetatan anggaran:
"Armada Bacitra nantinya bisa dimanfaatkan sebagai ruang iklan. Harapannya bukan hanya meningkatkan layanan kepada masyarakat, tetapi juga memberi tambahan pemasukan bagi daerah," tutur Fadli.
Ia menambahkan bahwa inovasi dalam mencari sumber pendapatan alternatif sangat krusial agar pengembangan moda transportasi publik tetap berjalan berkesinambungan tanpa terhambat kebijakan efisiensi anggaran:
"Kami berharap seluruh rencana pengembangan ini tetap bisa direalisasikan sehingga pelayanan transportasi umum kepada masyarakat terus meningkat," pungkasnya.
Melalui pengkajian tarif yang terjangkau dan pemanfaatan potensi bisnis periklanan, Pemkot Balikpapan optimistis Bacitra dapat tumbuh menjadi moda transportasi massal yang mandiri, efisien, dan diandalkan warga Kota Beriman. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co