Kualitas Udara Balikpapan Memburuk hingga Kategori Tidak Sehat, DLH Duga Asap Impor dari Kalsel

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 13:20 WIB
infografis
infografis

 

BALIKPAPAN — Kualitas udara di Kota Balikpapan terdeteksi masuk dalam kategori tidak sehat pada Minggu (13/9/2026) pagi. Fenomena kabut asap ini diduga kuat bukan berasal dari dalam kota, melainkan kiriman dari wilayah lain.

Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir, penurunan kualitas udara tercatat signifikan pada rentang waktu pukul 07.00 hingga 10.00 WITA. Kondisi serupa juga sempat terjadi pada Sabtu (12/9/2026) dengan indeks kualitas udara mencapai angka 102 pada jam yang sama.

Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Perlindungan Sumber Daya Alam (TLPSDA) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Arrizal Rahman, mengonfirmasi temuan tersebut.

“Di aplikasi IQAir kondisi udara Balikpapan tadi pagi hari ini antara jam 7 sampai 10 terdeteksi tidak sehat. Kemarin di jam 9 sampai 10 yang tinggi juga tercatat 102, tidak sehat,” ujar Arrizal, Minggu (13/9/2026).

Arrizal menjelaskan, meski data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Balikpapan selama Agustus dan September, peristiwa lokal tersebut selalu berhasil ditangani dengan cepat. Oleh karena itu, ia menduga kabut asap berasal dari luar daerah.

“Kiriman kabut sepertinya, karena kalau karhutla yang terjadi di Balikpapan langsung dapat dipadamkan oleh tim BPBD dan relawan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arrizal mengungkapkan bahwa berdasarkan koordinasi dan informasi dari BPBD Balikpapan, terdapat indikasi kuat bahwa asap tersebut terbawa angin dari wilayah tetangga.  “Info dari BPBD indikasi asap dari Kalsel (Kalimantan Selatan),” kata Arrizal.

Pantauan di lapangan menunjukkan kabut asap terlihat cukup pekat di sejumlah titik Kota Balikpapan pada Minggu pagi, salah satunya di kawasan Grand City.

Menanggapi situasi ini, DLH Balikpapan menyatakan akan terus memantau pergerakan kualitas udara secara ketat. Pihaknya juga mengimbau warga Kota Balikpapan yang beraktivitas di luar ruangan untuk mengenakan masker demi mengantisipasi dampak buruk kabut asap bagi kesehatan saluran pernapasan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
balikpapan