PROKAL.co, BALIKPAPAN — Upaya membuka akses kerja bagi pemuda yang belum memiliki pekerjaan dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Balikpapan dan PT Berlian Putra Reksindo, Senin (14/9/2026).
Sebanyak 100 pemuda Balikpapan mengikuti Pendidikan Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) kualifikasi Gada Pratama. Program yang diinisiasi BAZNAS Balikpapan tersebut menyasar pemuda berusia 18 hingga 35 tahun, lulusan SMA sederajat, dan belum memiliki pekerjaan.
Program ini tidak sekadar diarahkan untuk memberikan keterampilan pengamanan. Peserta juga dipersiapkan memiliki sertifikasi dan legalitas sebagai tenaga Satpam sehingga dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja formal.
Ketua BAZNAS Kota Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan generasi muda agar memiliki keterampilan sekaligus peluang memperoleh penghasilan.
“Harapannya, mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memiliki pekerjaan dan penghasilan yang tetap. Dengan begitu, mereka bisa mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Abdul Rosyid.
Menurut dia, pemberdayaan pemuda menjadi penting karena selain membantu mereka memperoleh penghasilan, juga dapat menjadi salah satu upaya menghindarkan generasi muda dari aktivitas negatif di lingkungan.
Seratus peserta yang lolos seleksi berasal dari berbagai wilayah di Balikpapan, mulai dari Balikpapan Timur, Selatan, Kota, Tengah, Utara hingga Balikpapan Barat.
Untuk mendukung program tersebut, BAZNAS mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4,8 juta untuk setiap peserta. "Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pelatihan dan persiapan peserta sebelum memasuki dunia kerja," jelasnya.
Dari sisi pemerintah daerah, pelatihan ini dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Elyzabeth E.R.L. Toruan, mengatakan pendidikan dan pelatihan Satpam Gada Pratama memiliki nilai strategis karena memberikan bekal profesional kepada masyarakat sebelum memasuki dunia kerja.
“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Baznas Kota Balikpapan serta PT Berlian Putra Reksindo yang telah menghadirkan program pendidikan dan pelatihan ini,” ujar Elyzabeth saat pembukaan Pendidikan Dasar Satpam Gada Pratama di Balikpapan.
Ia mengatakan, program tersebut bukan hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. “Bukan hanya meningkatkan keterampilan dan kompetensi peserta, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh bekal profesional dalam memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Elyzabeth meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius dan mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan disiplin. “Manfaatkan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya. Ikutilah seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh rasa tanggung jawab dan disiplin yang tinggi,” tegasnya.
Sementara itu Direktur PT Berlian Putra Reksindo, Afandi Haris Raharjo, mengatakan pelatihan tersebut memiliki target yang lebih jauh daripada sekadar menyelesaikan pendidikan.
Peserta nantinya memperoleh sertifikasi berupa ijazah dan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai legalitas profesi Satpam. “Output dari pelatihan ini sebenarnya untuk kesejahteraan para peserta. Mereka yang belum bekerja, setelah melakukan pelatihan mendapatkan sertifikasi berupa ijazah dan KTA,” ujar Afandi.
Menurutnya, sertifikasi dan KTA menjadi bekal penting bagi peserta ketika melamar pekerjaan sebagai tenaga pengamanan. Legalitas tersebut membedakan tenaga Satpam yang telah memenuhi kualifikasi dengan pekerja yang menjalankan tugas pengamanan tanpa sertifikasi.
Afandi menjelaskan, secara ketentuan pelatihan Satpam berlangsung selama 14 hari. Namun, pelaksanaan di Kalimantan Timur bersama pembina disepakati berlangsung selama tujuh hari.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan sejumlah materi dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai Satpam. Di antaranya penggunaan tongkat dan borgol, baris-berbaris, komunikasi, serta kemampuan berbicara. Pelatihan tersebut melibatkan instruktur terlatih dan bekerja sama dengan Polda Kaltim.
PT Berlian Putra Reksindo sendiri merupakan badan usaha jasa pengamanan yang memiliki Surat Izin Operasional (SIO) tetap dari Polri melalui Korbinmas Baharkam Polri. Perusahaan tersebut memiliki perizinan sebagai lembaga pelatihan sekaligus penyedia tenaga Satpam.
Afandi mengatakan kegiatan pelatihan juga rutin digelar di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. “Setiap bulan kami melakukan pelatihan di Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutim, dan Paser,” tambahnya.
Tak berhenti pada pelatihan, perusahaan juga menyiapkan akses penyaluran bagi peserta yang telah menyelesaikan pendidikan. Mereka berpeluang ditempatkan di lingkungan perusahaan maupun disalurkan kepada perusahaan lain melalui jaringan rekanan yang membutuhkan tenaga pengamanan.
Dengan demikian, program yang melibatkan BAZNAS, Pemkot Balikpapan dan PT Berlian Putra Reksindo tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian sertifikat.
Keterampilan, legalitas profesi, dan akses penyaluran kerja menjadi tiga modal yang disiapkan agar 100 pemuda peserta pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraannya.
Editor : Wawan