Ratusan Kejadian Kepung Kaltim: Karhutla 2026 Tembus 5.761 Hektare, Lahan Warga Paling Parah

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 09:02 WIB
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan. (ARIF FADILLAH)
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Buyung Dodi Gunawan. (ARIF FADILLAH)

BALIKPAPAN — Musim kemarau tahun 2026 membawa ancaman serius bagi Kalimantan Timur. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meluas hingga mencatatkan angka fantastis: 5.761 hektare lahan hangus terbakar dari 1.269 kejadian per 13 September 2026.

Yang paling mengkhawatirkan, Amuk si jago merah justru didominasi oleh area pemukiman dan lahan milik masyarakat. Dari total luasan tersebut, hampir 4.000 hektare berada di kategori lahan nonhutan. Fakta ini berpotensi mengancam langsung kesehatan, roda ekonomi, hingga keselamatan warga lokal secara masif.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, merincikan bahwa kawasan hutan yang terbakar mencakup 1.700 hektare, sedangkan sektor perkebunan terdampak seluas 38,5 hektare. "Sisanya cukup banyak adalah di lahan lainnya, termasuk lahan masyarakat, sebesar sekitar 3.996 sampai 4.000 hektare," jelas Buyung, Senin (14/9/2026).

Kutai Kartanegara Terluas, Paser Catat Kasus Terbanyak

Berdasarkan pemetaan BPBD Kaltim, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan dampak kerusakan terluas, yakni mencapai 1.866 hektare dari 234 titik kejadian. Posisi kedua mengekor Kabupaten Kutai Barat dengan total 1.069 hektare lahan hangus.

Sementara itu, rekor kasus terbanyak dipegang oleh Kabupaten Paser yang mengombinasikan 316 kejadian dengan total luasan mencapai 1.015 hektare. Tingginya intensitas kebakaran di Kukar turut memicu alarm kewaspadaan tinggi, terutama di area sekitar Saliki serta kawasan vital Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto.

Kawasan di sekeliling Bandara APT Pranoto kini menjadi prioritas penanganan setelah sekitar 32 hektare lahan di sekitarnya hangus dilalap api. Kendati sempat memicu kabut asap tebal pada pagi hari, BPBD memastikan aktivitas penerbangan sejauh ini masih tergolong aman.

"Alhamdulillah anginnya itu semuanya ke arah utara sana, jadi tidak masuk ke dalam area bandara," terang Buyung.

Guna mempercepat penanggulangan, BPBD Kaltim dijadwalkan bakal melakukan evaluasi intensif bersama Kepala BNPB dan Menteri Kehutanan dalam agenda kunjungan kerja ke Kaltim mendatang. Kendati amukan api terus menggerus ribuan hektare lahan, Pemprov Kalimantan Timur hingga saat ini masih belum menaikkan status kebencanaan ke tingkat Tanggap Darurat.

"Masih belum sampai ke tanggap darurat," pungkas Buyung. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kaltim