Narkoba Seret Sopir Pejabat, Kapolda Kaltim Tegaskan Jabatan Bukan 'Tameng'

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:54 WIB
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro memberikan keterangan pers usai Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Halaman BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (6/12/2025).
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro memberikan keterangan pers usai Simulasi Tanggap Darurat Bencana di Halaman BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (6/12/2025).

 

PROKAL.CO- Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) memastikan tidak akan tebang pilih dalam membongkar sindikat narkotika internasional jaringan Malaysia yang menyusup ke wilayah Kaltim. Penegakan hukum dipastikan berjalan tanpa memandang status sosial maupun jabatan.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya, termasuk memburu pihak-pihak yang diduga kuat memfasilitasi atau terlibat dalam lingkaran peredaran barang haram tersebut.

Ia mengingatkan bahwa relasi dengan pejabat publik tidak akan pernah bisa dijadikan tameng untuk meloloskan diri dari jerat hukum.

“Status sosial, profesi, jabatan, maupun kedekatan seseorang dengan pejabat tidak menjadi imunitas atau kekebalan dalam proses hukum pemberantasan narkotika. Setiap perkara diproses murni berdasarkan fakta dan alat bukti di lapangan,” tegas Endar.

Penyidik Kumpulkan Fakta, Evaluasi Diarahkan ke Pemkot

Kasus yang menyeret Oknum Sopir Dinas berinisial WS ini masih berada dalam taraf pendalaman intensif oleh Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kaltim. Penyidik terus memetakan pola pergerakan pelaku guna mengantisipasi modus penyelundupan serupa ke Kalimantan Timur.

Dirresnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menyampaikan bahwa seluruh keterangan saksi, termasuk pemeriksaan pejabat terkait, dilakukan murni untuk memperkuat fakta materiil.

“Kami masih melakukan asesmen, evaluasi, serta mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada. Hasil pendalaman ini juga akan menjadi bahan masukan dan rekomendasi evaluasi yang baik bagi Wali Kota maupun instansi terkait,” pungkas Romylus. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kapolda kaltim