BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah tegas untuk menekan pengeluaran daerah melalui kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu strategi utamanya adalah mengurangi frekuensi perjalanan dinas luar kota bagi para pejabat dan jajarannya dengan memaksimalkan koordinasi secara digital.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa penggunaan platform pertemuan daring seperti Zoom terbukti efektif memangkas beban biaya operasional tanpa mengurangi kualitas koordinasi antarinstansi.
“Perjalanan dinas, makanya kita efektifkan. Kadang kita melakukan Zoom meeting, kita tidak perlu harus ke luar kota. Kita berkoordinasi rapat dengan Zoom meeting, itu sudah bisa memberikan pengurangan dari biaya perjalanan dinas,” ujar Bagus, Senin (5/10/2026).
Bagus menegaskan, efisiensi anggaran ini dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu manfaat program pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat. Berbagai program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terintegrasi, hingga Koperasi Merah Putih terus dimaksimalkan penyerapannya.
Meski pemangkasan anggaran dinas diberlakukan, Pemkot Balikpapan menjamin roda perekonomian lokal tidak akan melambat. Kota ini tetap aktif menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala nasional demi menggairahkan sektor perhotelan dan kuliner. Beberapa di antaranya adalah seminar Persatuan Dokter Hewan Indonesia serta ajang organisasi Gereja Toraja yang mendatangkan hingga 800 peserta.
Di samping itu, Pemkot juga berupaya agar kebijakan penghematan ini tidak sampai memotong tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Terlebih lagi, mulai 2027 mendatang, skema pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan ditanggung langsung oleh pemerintah pusat, sehingga memperluas ruang fiskal APBD Balikpapan untuk alokasi kebutuhan prioritas lainnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co