PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Harga emas batangan dari Antam tembus Rp 2,39 juta per gram.
Lonjakan harga ini tidak membuat minat warga Berau menurun untuk berburu emas.
Justru, tren menabung emas di Pegadaian mengalami lonjakan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pegadaian Cabang Berau, Heri Wibowo, mengatakan lonjakan harga justru meningkatkan minat masyarakat terhadap logam mulia tersebut.
Naiknya harga emas ini sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.
“Harga emas kini memang mahal, terutama jika beli per gram. Tapi kalau dibeli dalam jumlah besar seperti 10 gram, harganya bisa lebih murah. Misalnya, Antam per gram bisa Rp 2,380 juta, namun jika beli 10 gram, bisa turun menjadi Rp 1,987 juta per gram,” ujarnya, Rabu (23/4).
Menurutnya, masyarakat Berau kini lebih tertarik membeli emas dengan ukuran kecil.
Semakin kecil pecahan emas, semakin besar peminatnya. Karena itu, tren tabungan emas di Pegadaian Berau juga ikut melonjak.
Apalagi masyarakat kini banyak memanfaatkan skema cicilan emas sebagai tabungan masa depan.
Pegadaian saat ini tengah aktif mengedukasi masyarakat agar mencicil emas di Pegadaian, bukan sekadar membeli secara tunai.
Sebab, jika dicicil sekarang, nanti apabila ingin diambil, cetakan emasnya bisa yang paling baru.
Ia menyebutkan, tabungan emas menjadi pilihan yang paling liquid dibanding bentuk fisik.
Jika seseorang memiliki lima gram emas fisik dan butuh dana, maka seluruh emas itu harus digadaikan.
“Kalau bentuknya tabungan, misal butuh Rp 2 juta saja, tinggal dicairkan sebagian. Lebih praktis dan efisien,” jelasnya.
Selain tabungan, Pegadaian kini menyediakan fitur baru bernama Deposito Emas di aplikasi digital mereka.
Nasabah yang memiliki saldo emas bisa menguncinya dalam jangka waktu tertentu dan mendapatkan imbal hasil tiap bulan.
“Menariknya, deposito ini bisa dihentikan kapan saja tanpa penalti,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, kebiasaan masyarakat Berau dalam mengelola emas terlihat jelas setelah momen Lebaran.
Misalnya, sebelum Lebaran banyak yang menebus emas untuk keperluan hari raya. Setelahnya, banyak yang kembali menggadaikan emas sebagai modal usaha.
Tingginya minat warga Berau terhadap emas juga dipengaruhi oleh keyakinan bahwa harga logam mulia ini akan terus naik.
“Semakin mahal, justru semakin banyak yang beli. Ini artinya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi jangka panjang semakin baik,” ujarnya.(*/aja/far)
Editor : Faroq Zamzami