PROKAL.CO, KELAY – Jembatan bailey (sementara) di Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), hanyut tersapu banjir.
Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, meninjau lokasi kerusakan di Kampung Mapulu, Senin (26/5/2025) untuk memastikan kondisi di lapangan dan rencana penanganan.
Kondisi banjir yang cukup besar membuat jembatan tersebut tidak mampu bertahan dan akhirnya terbawa arus.
Pemerintah daerah memastikan akan segera menindaklanjuti pembangunan ulang jembatan demi kelancaran akses masyarakat.
“Jembatan ini satu-satunya akses ke Kampung Mapulu. Insyaallah akan jadi prioritas utama dibangun kembali melalui APBD Perubahan 2025,” ucap Gamalis.
Sementara itu, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Berau, Junaidi, melalui Pejabat Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Muda, Eko Dadi, menyampaikan bahwa proses evakuasi dan penanganan sudah mulai dirancang.
Dari hasil pantauan pihaknya, jembatan sudah terlihat berada di bawah. Rencananya, jika cuaca mendukung, akan dibuka per segmen, secara perlahan. “Total ada 10 segmen, beratnya sekitar 30 ton,” jelas Eko.
Ia menambahkan, ke depan jembatan akan dipasang di posisi yang lebih tinggi untuk menghindari kejadian serupa.
Sebelumnya ketinggian jembatan dengan dasar sungai sekitar 12 meter, sehingga ketika banjir bandang yang lalu, tertutup air saat banjir besar.
Menurut Eko, struktur jembatan lama masih dalam kondisi baik karena hanya terendam air, bukan rusak berat.
Rencana relokasi akan mengarah ke arah hulu sungai yang memiliki ketinggian yang lebih dari lokasi sebelumnya.
Baca Juga: Setelah 20 Tahun, Kucing Merah Kalimantan Ditemukan Kembali, Populasi Masih Misteri
“Setelah dicek, struktur masih bagus. Kalau ada yang bisa dipakai, akan kami manfaatkan kembali. Yang rusak, akan diperbaiki,” tegasnya.
DPUPR juga berencana memindahkan jembatan ke lokasi baru dan menyiapkan alat berat, termasuk ekskavator dari Tanjung Redeb, untuk mendukung proses evakuasi dan pembangunan.
Pihaknya juga akan relokasi bangunan fondasi jembatan yang terbuat dari kayu log di lokasi.
“Relokasi akan bergeser, kita akan letakkan yang tingginya sekitar 20 meter dari dasar,” jelasnya.
Camat Kelay, Toris, menyampaikan kondisi terkini di Kampung Mapulu usai jembatan bailey penghubung antara Kampung Mapulu dan Kampung Panaan hanyut diterjang banjir besar.
Menurutnya, kondisi saat ini cukup memperihatinkan karena menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.
Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk segera melakukan penanganan.
“Setelah jembatan hanyut, Kampung Mapulu jadi terisolasi. Itu satu-satunya akses jalan darat,” ujar Toris.
Lokasi pembangunan jembatan juga akan disurvei kembali agar berada di dataran yang lebih tinggi dan tidak mudah terkena banjir seperti sebelumnya.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan pangan warga selama akses darat terputus, Pemerintah Kampung Mapulu diminta segera mengajukan permohonan bantuan logistik.
Untuk sementara, masyarakat setempat menggunakan perahu untuk menyeberang sungai dari sisi Kampung Panaan ke Kampung Mapulu dan sebaliknya.
“Karena terisolasi, pemerintah kampung diminta ajukan permohonan bantuan pangan,” jelasnya. (sen/far)
Editor : Faroq Zamzami