Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Paus Orca Muncul di Maratua, Peneliti: Jalur Migrasi Paus Pembunuh

Muhamad Yamin • 2026-03-03 06:00:00

Paus Orca
Paus Orca

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kemunculan paus orca di perairan Kepulauan Maratua, Kalimantan Timur, ramai diperbincangkan. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok mamalia laut itu berenang di permukaan dengan sirip punggung hitam khas.

Fenomena ini menarik perhatian publik lantaran orca kerap diasosiasikan dengan perairan dingin. Kehadirannya di wilayah tropis seperti Maratua pun dinilai tidak lazim oleh sebagian masyarakat.

Peneliti kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Muchlis Efendi, menilai kemunculan tersebut merupakan bagian dari pola alami migrasi.

“Orca ini mamalia dan termasuk pengembara atau migratory,” kata Muchlis kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, perairan Maratua bukan tujuan akhir, melainkan jalur lintasan dalam perjalanan panjang orca. Rute migrasi itu umumnya melintasi Laut Sulawesi, turun ke Selat Makassar, lalu bergerak ke wilayah timur Indonesia hingga perairan Australia.

Menurut Muchlis, kemunculan orca di Kalimantan Timur sebenarnya sudah pernah tercatat, meski tidak banyak terdokumentasi. “Pertama kali saya bertemu justru di wilayah Kaniungan, Biduk-Biduk, di perbatasan Laut Sulawesi dan Tanjung Mangkalihat. Tahun 2017 atau 2018 juga pernah dilaporkan,” ujarnya.

Ia menyebut, masifnya aktivitas dive operator di Maratua saat ini membuat frekuensi pertemuan dengan orca lebih mudah terdokumentasi dibandingkan masa lalu. “Dulu mungkin jarang tercatat, bukan karena orcanya tidak ada, tapi karena pengamatan dan risetnya masih terbatas,” katanya.

Muchlis mengakui hingga kini Kalimantan Timur belum memiliki data khusus terkait jalur migrasi orca. “Data kita masih eksidental, ketemu saja. Penelitian khusus memang belum ada, ini tantangan ke depan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, keberadaan orca di perairan hangat dapat memengaruhi perilaku berburu. “Suhu yang lebih hangat membuat metabolisme meningkat, sehingga mereka lebih aktif mencari makan. Apa yang ada di depan mata bisa dimakan, mulai ikan, penyu, sampai hiu,” jelasnya.

Pengalaman serupa, kata Muchlis, juga pernah ia alami saat menjumpai mamalia laut besar lain. “Tahun 2024 saya bertemu Finback Whale atau paus sirip di Bontang. Indikasinya sama, mereka sedang mencari ikan-ikan kecil,” ujarnya.

Kemunculan orca di Maratua menegaskan perairan Kalimantan Timur sebagai bagian penting jalur migrasi satwa laut besar dunia. Arus Lintas Indonesia (Arlindo) serta ketersediaan pakan diduga menjadi faktor penarik utama. “Sekitar satu minggu ke depan, jika sudah meninggalkan Maratua, kemungkinan besar mereka akan muncul di Selayar mengikuti arus Arlindo,” pungkas Muchlis. (*)

Editor : Indra Zakaria