Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tantangan Perlindungan Wisatawan Berau: Dana Sosial Masih Jadi Tumpuan Utama Dibanding Asuransi

Redaksi Prokal • Jumat, 27 Maret 2026 | 09:00 WIB

Skema asuransi untuk jaminan keselamatan di sektor pariwisata di Berau ternyata belum dilirik.
Skema asuransi untuk jaminan keselamatan di sektor pariwisata di Berau ternyata belum dilirik.

TANJUNG REDEB – Di tengah lonjakan angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau, terutama menjelang momentum libur lebaran, aspek perlindungan keselamatan di berbagai destinasi wisata ternyata masih menghadapi tantangan klasik. Hingga saat ini, sistem jaminan keselamatan bagi para pelancong di Bumi Batiwakkal masih sangat bergantung pada skema dana sosial mandiri, sementara layanan asuransi formal belum menjadi pilihan populer di kalangan pengelola objek wisata.

Kondisi ini dipicu oleh belum adanya regulasi yang mewajibkan penyediaan asuransi bagi pengunjung, sebagaimana diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir. Ketiadaan aturan mengikat tersebut membuat para pengelola destinasi cenderung memilih langkah praktis dalam memitigasi risiko insiden di lapangan dengan menyisihkan sebagian pendapatan dari tiket masuk sebagai dana darurat.

Pilihan untuk mengandalkan dana sosial ketimbang bekerja sama dengan perusahaan asuransi formal didasari oleh pertimbangan kecepatan penanganan. Meskipun opsi asuransi telah berkali-kali dibahas untuk meningkatkan standar keamanan, mekanisme klaim yang dinilai rumit dan birokrasi administrasi yang panjang sering kali menjadi hambatan utama bagi para pelaku usaha pariwisata. Dana sosial dianggap sebagai solusi paling instan yang dapat langsung digunakan saat terjadi kecelakaan tanpa harus menunggu proses pencairan yang memakan waktu.

Kendati demikian, pemerintah daerah melalui Disbudpar tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keselamatan di sektor pariwisata. Selain memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) dan memperbanyak rambu peringatan di titik-titik rawan, pemerintah juga mulai mengarahkan fokus pada perlindungan para pekerja di sektor pariwisata melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Harapan besarnya, industri pariwisata di Berau tidak hanya tumbuh dari sisi kuantitas kunjungan, tetapi juga didukung oleh sistem perlindungan yang lebih terstruktur dan komprehensif. Transformasi dari sekadar mengandalkan dana darurat menuju skema perlindungan yang lebih mapan menjadi target jangka panjang demi menjamin keamanan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat dalam ekosistem wisata di Berau.

Editor : Indra Zakaria