Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Wabup Berau Gamalis Minta Masyarakat Sigap Situasi Darurat

Redaksi • Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40 WIB
Gamalis. KPG
Gamalis. KPG

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, meminta masyarakat di wilayah pesisir, tetap meningkatkan kewaspadaan, menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah selatan Filipina, Senin (8/6/2026).

Menurut Gamalis, status peringatan dini tsunami telah dicabut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak Senin (8/6/2026), tapi masyarakat diharapkan tidak lengah dan tetap mengikuti perkembanganinformasi kebencanaan dari sumber resmi.

Ia meminta, warga untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, sembari terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan situasi darurat.

Baca Juga: Pemkab Berau Matangkan Pemanfaatan Aset untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

"Saya meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan yang terpenting adalah tetap memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah," ujar Gamalis.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat harus diimbangidengan langkah mitigasi yang terencana.

Karena itu, pemerintah kecamatan hingga aparat kampung diminta aktif melakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, agar tidak timbul kepanikan berlebihan akibat informasi yang berkembang pasca-gempa.

"Edukasi dan sosialisasi terkait langkah-langkah penyelamatan diri harus terus dilakukan," tegasnya.

Gamalis juga meminta seluruh pemerintah kecamatan, khususnya di kawasan pesisir, untuk memastikan kesiapan jalur evakuasi serta titik-titik aman yang dapat digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan status bencana.

Menurutnya, kejelasan informasi mengenai lokasi evakuasi menjadi hal penting dalam upaya meminimalisasi risiko dan melindungi keselamatan masyarakat.

"Dibuatkan jalurnya untuk evakuasi. Berikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait jalur yang tepat menuju lokasi evakuasi apabila kondisi darurat kembali terjadi," pintanya.

Baca Juga: Pemkab Berau Alokasikan Rp 16 Miliar untuk Seragam Sekolah Gratis

Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6/2026), sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Berau.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau bersama instansi terkait langsung melakukan pemantauan dan koordinasi intensif, guna memastikan keamanan masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, mengatakan status waspada yang sempat diberlakukan sejatinya telah resmi dicabut setelah adanya pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) dan kondisi saat ini dinyatakan aman.

“Memang sebelumnya ada peringatan waspada yang dikeluarkan menyusul gempa berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut. Namun setelah kami berkoordinasi dengan BMKG, status itu sudah dicabut dan dinyatakan berakhir sejak pukul 11.26 Wita,” ujar Hermansyah.

Baca Juga: Pemkab Berau Matangkan Persiapan Verifikasi Geosite Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakatuntuk tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di wilayah pesisir pantai.

Dirinya menjelaskan, hingga saat ini BPBD Berau bersama unsur gabungan masih melakukan pemantauan lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya fenomena alam yang tidak biasa.

“Kami dari BPBD dan tim gabungan tetapmengingatkan masyarakat pesisir untuk selalu waspada. Pantau kondisi air laut, dan segera laporkan apabila terjadikenaikan maupun penurunan muka air yang tidak wajar,” katanya. (*/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
#gamalis #berau #filipina #pesisir