PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Berau terus melakukan pengendalian penyakit menular, seperti HIV.
Kepala Diskes Berau, Lamlay Sarie, mengatakan program skining HIV menjadi salah satu program dalam pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan.
Pelayanan terhadap orang dengan HIV (ODHIV) menjadi indikator yang wajib dipenuhi pemerintah daerah melalui puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Baca Juga: Ini 5 Langkah Krusial Melindungi Diri dari Paparan Asap Karhutla
Masyarakat dapat mengakses pemeriksaan HIV secara mudah dan gratis di seluruh puskesmas.
Selain menunggu masyarakat datang secara sukarela, tenaga kesehatan juga melakukan skrining aktif dengan menyasar kelompok maupun lokasi yang memiliki potensi risiko penularan lebih tinggi.
“Semakin banyak masyarakat yang melakukan tes, semakin baik. Yang ingin kita tingkatkan adalah cakupan pemeriksaannya, bukan jumlah kasusnya,” ujar Lamlay.
Sepanjang 2026, Diskes Berau mencatat 34 kasus baru HIV. Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh ibu hamil yang teridentifikasi positif HIV.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena infeksi HIV pada ibu hamil berpotensi menular kepada bayi selama kehamilan, persalinan, maupun menyusui.
Karena itu, deteksi sejak masa kehamilan menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan ibu dan anak.
Menurut Lamlay, setiap ibu hamil yang terdeteksi akan langsung mendapatkan pendampingan, terapi, serta pemantauan intensif melalui fasilitas kesehatan.
Setelah bayi lahir, pemeriksaan lanjutan juga dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan bayi dan menentukan penanganan selanjutnya.
Sebagai bagian dari strategi pencegahan, Diskes Berau juga mengintegrasikan pemeriksaan HIV ke dalam layanan kesehatan calon pengantin.
Lamlay menilai, semakin luas akses skrining diberikan, semakin besar peluang memutus rantai penularan HIV di masyarakat.
Baca Juga: Jalan Lumpuh Diserbu Antrean BBM: Pelaku Usaha Pasang Pemblokir, Dishub Siapkan Jam Khusus Pembelian