Habitat Rusak Akibat Karhutla, Burung Rangkong Langka Ditemukan Nyasar di Kafe Tanjung Redeb

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:15 WIB
 Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau mengancam kelestarian satwa langka, merusak habitat alami, hingga memaksa burung Rangkong dilindungi mendatangi kawasan permukiman warga.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau mengancam kelestarian satwa langka, merusak habitat alami, hingga memaksa burung Rangkong dilindungi mendatangi kawasan permukiman warga.

TANJUNG REDEB — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terus mengepung Kabupaten Berau kini tak hanya menghanguskan pepohonan, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup satwa liar. Hancurnya ekosistem alami membuat penghuni hutan mulai terusir dan mencari perlindungan hingga ke kawasan permukiman warga.

Salah satu peristiwa unik sekaligus memprihatinkan terjadi di pusat Kota Tanjung Redeb. Seekor burung rangkong (enggang)—satwa eksotis khas Kalimantan yang dilindungi undang-undang—ditemukan terbang linglung hingga masuk ke dalam area sebuah kafe lokal. Kemunculan burung ini diduga kuat akibat tempat tinggal aslinya ludes dilalap api.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau BKSDA Kaltim, Yulian Sadono, mengonfirmasi bahwa timnya bergerak cepat untuk mengevakuasi satwa langka tersebut.

"BKSDA bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Berau dalam menangani laporan keberadaan satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman maupun pusat kota. Sejauh ini, laporan yang kami terima terkait satwa yang keluar dari habitatnya baru satu ekor burung rangkong," ujar Yulian.

Pihak BKSDA mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke petugas Damkar atau BKSDA jika menemukan satwa liar yang tersesat, ketimbang menangkapnya secara mandiri demi keamanan satwa maupun warga.

Yulian menegaskan, maraknya karhutla yang merusak habitat alami tidak hanya memicu kepunahan satwa langka, tetapi juga berpotensi merusak keseimbangan ekosistem serta mengancam potensi wisata alam unggulan yang menjadi kebanggaan Kabupaten Berau. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
burung rangkong berau