Dua Ekor Penyu Naik ke Pesisir Pulau Derawan, Dalam Dua Bulan Segini yang Bertelur

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 08:05 WIB
LESTARIKAN: Kepala Kampung dan Ketua BPK Pulau Derawan saat menemukan seekor penyu bertelur untuk diamankan agar maksimal dalam perkembangbiakan satwa khas di Pulau Derawan. SENO/BERAU POST
LESTARIKAN: Kepala Kampung dan Ketua BPK Pulau Derawan saat menemukan seekor penyu bertelur untuk diamankan agar maksimal dalam perkembangbiakan satwa khas di Pulau Derawan. SENO/BERAU POST

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Upaya menjaga kelestarian penyu di kawasan wisata Pulau Derawan, Kabupaten Berau, terus dilakukan melalui pemantauan dan perlindungan lokasi peneluran. 

Pada monitoring terbaru, ditemukan dua ekor penyu yang naik ke pesisir untuk bertelur dengan jumlah keseluruhan mencapai lebih dari 155 butir.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengatakan monitoring dilakukan bersama Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Pulau Derawan dan Komunitas Peduli Penyu (Kompak). 

Baca Juga: Pasar Anggana Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Pedagang Pinggir Jalan Bakal Menjadi Penghuninya

Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keberlangsungan satwa yang menjadi salah satu kekayaan hayati di kawasan kepulauan tersebut.

Menurutnya, temuan dua ekor penyu yang naik dan bertelur tersebut menjadi catatan tersendiri dalam kegiatan pemantauan yang dilakukan.

Terlebih, selama dua bulan terakhir, pihaknya secara rutin melakukan monitoring terhadap aktivitas penyu di kawasan pantai Pulau Derawan.

Dari hasil pemantauan selama periode tersebut, tercatat sebanyak 16 penyu telah naik ke daratan untuk bertelur. 

Telur-telur yang ditemukan kemudian direlokasi ke lokasi yang lebih aman sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pengembangbiakan.

“Kita melaksanakan monitoring penyu bersama Ketua BPK Pulau Derawan dan Kompak. Kali ini ditemukan dua ekor penyu yang bertelur dengan jumlah lebih dari 155 butir,” ungkap Indra.

Ia menyebutkan, keberadaan penyu di Pulau Derawan perlu dijaga secara berkelanjutan. 

Sebagai salah satu satwa yang menjadi bagian dari ekosistem laut, penyu memiliki nilai penting bagi lingkungan sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan wisata bahari Berau.

Baca Juga: Dulu Paling Keras Mengkritik, Kini Masuk Istana: Ujian Integritas Rocky Gerung

Karena itu, perlindungan tidak hanya dilakukan ketika penyu naik ke pantai untuk bertelur, tetapi juga melalui pengamanan telur hingga proses penetasan. 

Relokasi dilakukan sebagai salah satu langkah untuk meminimalkan risiko telur mengalami kerusakan atau gangguan selama masa inkubasi.

Indra berharap, kegiatan monitoring yang melibatkan pemerintah kampung dan komunitas tersebut dapat terus berjalan. 

Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar upaya pelestarian tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, melainkan dilakukan secara konsisten.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memiliki kepedulian terhadap keberadaan penyu dan habitatnya. 

Terlebih, Pulau Derawan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Berau yang memiliki kekayaan alam laut dan keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Healing Kok Malah Bikin Pusing? Ketika Self Reward Berubah Jadi Jebakan Konsumtif Gen Z

“Kita jaga satwa kita, khususnya penyu, agar kelestariannya tetap terpelihara dan penyu masih bisa dijumpai di Pulau Derawan,” katanya.

Melalui pemantauan rutin dan perlindungan telur penyu, diharapkan populasi satwa tersebut dapat terus terjaga. 

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam mempertahankan kekayaan alam Pulau Derawan untuk generasi mendatang. (sen/far)

Editor : Faroq Zamzami
berau penyu pulau derawan