BP Islamic Center Kaltim Gelar Kampung Religi, Jadi Pusat Interaksi dan Pemberdayaan Masyarakat

PROKAL.CO, SAMARINDA-Suasana semarak tersaji di Alun-Alun Masjid Raya Baitul Muttaqien, Kompleks Islamic Center Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda pada Minggu (1/11/2026) malam. Malam itu mulai dibuka Kampoeng Religi 2026 yang akan berlangsung hingga 7 November 2026.
Event kolaborasi Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kaltim dengan Backstagers Samarinda ini mengusung tema Meraih Berkah, Bersama dalam Kebaikan.
Pembukaan acara ini dirangkai dengan tablig akbar yang menghadirkan penceramah nasional, Ustaz Das'ad Latif. Pada kesempatan itu, Ustaz Das'ad Latief menyampaikan tausyiah di hadapan jamaah yang hadir, dengan gayanya yang khas selalu menyelipkan humor.
Baca Juga: KBB Sadunia Menuju Kongres Desember, Ini Kata Irianto Lambrie terhadap Kepemimpinan Paman Birin
Pada agenda pembukaan, Ketua BPIC Kaltim, Irianto Lambrie, memaparkan Kampoeng Religi berangkat dari sebuah pemikiran bahwa keberadaan Islamic Center harus terus dikembangkan.
“Kita tidak ingin Islamic Center hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan peribadatan, tetapi juga menjadi pusat interaksi sosial, pendidikan, kebudayaan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Periode 2016-2021 itu, Islamic Center merupakan ruang publik yang memiliki potensi besar untuk mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
Di tempat ini, nilai-nilai keagamaan dapat disampaikan melalui berbagai pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui seni, budaya, kreativitas, dan kegiatan sosial.
Atas dasar pemikiran tersebut, BPIC Kaltim menjalin kerja sama dengan Backstagers Samarinda untuk menyelenggarakan Kampung Religi.
“Kami memandang kerja sama ini sebagai bentuk kolaborasi positif antara lembaga pengelola kawasan keagamaan dengan komunitas dan pelaku industri kreatif. Kami percaya bahwa dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui mimbar. Dakwah juga dapat hadir melalui kegiatan kebudayaan, kreativitas, interaksi sosial, dan
aktivitas ekonomi yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar pria yang juga pernah menjaba sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim itu.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




