BALIKPAPAN - Emiten produsen gas industri PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) terus meningkatkan produksi. Kemarin (27/6), mereka meresmikan pabrik baru dengan unit air separation plant (ASP) di kawasan PT SBMA, Jalan Mulawarman. Pabrik ini digadang-gadang bisa meningkatkan produksi gas hingga lima kali lipat.
Direktur Operasional PT SBMA Iwan Sanyoto mengatakan, setalah commercial start up ASP pada 7 Juni lalu produksinya mencapai 50 ton per hari atau lima kali lipat dari sebelumnya. Hasil ini dinilai melebihi ekspektasi atau target perusahaan. Setelah proses commissioning berjalan lancar, pabrik baru ini dapat beroperasi dengan desain kapasitas yang melebihi 110 persen.
“Selain itu, pabrik baru ini bisa menekan cost produksi kami. Area pabrik baru kami fokuskan untuk produksi nitrogen dan oksigen,” katanya usai acara peresmian di kantor SBM Balikpapan.
Biaya produksi perusahaan juga turun sebesar 60 persen, membuat produk lebih menarik bagi investor yang mencari keuntungan dan gas kelas khusus yang terjangkau. Dengan efisiensi tersebut, Iwan menyampaikan pihaknya mendapat margin lebih.
Upaya ini juga untuk memenuhi peningkatan permintaan dari berbagai industri, terutama industri pertambangan, petrokimia, minyak dan gas, perkebunan, dan galangan kapal. Hingga kini, perusahaan berkode emiten SBMA ini menghasilkan asetilena (acetylene), argon, CO2, nitrogen, dan oksigen. Khusus nitrogen dan oksigen sebagai tambahan terbaru.
Perseroan akan fokus pada peningkatan produksi produk nitrogen dan oksigen sejalan dengan permintaan pasar yang terus meningkat. "Karena semakin banyak potensi pasar, kami melihat ada kenaikan permintaan untuk nitrogen dan oksigen. Kapasitas produksi dan peningkatan efisiensi merupakan faktor penting dalam memenuhi permintaan ini. Kami bangga telah mencapai pencapaian ini dan berharap dapat memperluas kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat," katanya.
Selain itu, potensi pasar ada di IKN. Ia meyakini pembangunan IKN akan menyumbang pendapatan perusahaan. “IKN jelas ya kan otomatis mereka banyak kebutuhan gas. Kita saat ini juga menjadi salah satu pemasok utama untuk projek di kilang. Nitrogen dipakai untuk mencuci (purging) pipa sebelum diisi minyak ya, minyak kan mudah terbakar itu harus di cuci dulu, itu kita bisa menyiapkan produknya,” terangnya.
Diinformasikan, pabrik dengan unit ASP ini menelan nilai investasi sebesar Rp 39 miliar, di mana Rp 18 miliar berasal dari dana IPO. (aji/rdh/ndu/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria