Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bantu Mereka yang Diremehkan

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-08-18 10:44:10
TELADAN: Aripin, pendiri Rumah Pintar dan Kreatif Banjarmasin, menunjukkan tas dari anyaman purun yang menjadi produk andalannya. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN
TELADAN: Aripin, pendiri Rumah Pintar dan Kreatif Banjarmasin, menunjukkan tas dari anyaman purun yang menjadi produk andalannya. | FOTO: ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Keinginan membantu sesama membuat Muhammad Aripin mendirikan yayasan sosial, namanya Rumah Kreatif dan Pintar (RKP). Di sini para perajin bisa berkreasi.

Radar Banjarmasin menemui pemuda kelahiran Banjarmasin tahun 1988 ini di Jalan Perdagangan, Banjarmasin Utara, Senin (17/8) siang.

Di ruko berukuran 3,5 meter x 10 meter itu, terpajang berbagai produk kerajinan seperti tas, dompet, sarung tumbler, gantungan kunci, dan jilbab.

Semua tampak sibuk. Ada yang sedang menjelujur kain Sasirangan, ada yang membuat kuliner tahu walik. Belum lagi dagangan mie ayam di depan. Semua dikelola anggota RKP.

"Di sini masing-masing punya passion. Ada yang senang kerajinan, kuliner dan berdagang. Beragam, semua disalurkan," tutur lulusan S1 Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Anggota RKP juga datang dari beragam latar belakang. Ada eks narapidana, lansia, perempuan kepala rumah tangga alias single parent, sampai difabel.

"Memang sasaran utama RKP dari awal, merangkul kelompok rentan," tambah putra bungsu dari lima bersaudara ini.

RKP berawal dari pesan sang ibu. Bahwa pentingnya sebuah wadah pembinaan masyarakat kelas bawah. Arifin memulainya dari membina siswa putus sekolah dengan membuka bengkel las. Ternyata berhasil.

"Dari situ timbul niat mewujudkan RKP semakin kuat," cerita putra pasangan Yahman Suradi dan Toerah ini.

Aripin yang sebelumnya mengajar di sekolah kejuruan di Banjarmasin ini nekat memutuskan keluar pada tahun 2015 silam. Kebetulan, di tahun itu pula ia dinobatkan sebagai pemenang Lomba Pemuda Pelopor Nasional untuk bidang pendidikan. Uang hasil menang lomba sebesar Rp23 juta digunakannya untuk membangun workshop RKP di samping rumah orang tua di Jalan Muning, Banjarmasin Selatan.

Di situ bersama dengan sejumlah mitra (istilah anggota yayasan), dimulai kerajinan tangan dari bahan daur ulang.

Sekarang sudah ribuan perajin yang bergabung. Workshop perajin pun sudah ada selusin. Tersebar di Jalan Pramuka sampai Jalan Ratu Zaleha. Sementara di Jalan Pembangunan sebagai showroom.

"Saya ingin mereka yang sering dipandang sebelah mata karena kekurangan juga bisa mandiri," harapnya.

Memang tak mudah membangun bisnis sosial. Agar dikenal pasar dan laku, Arifin rajin melobi pemerintah daerah. Lalu mengajak kerja sama hotel-hotel berbintang.

"Kerja sama dengan hotel bisa membantu mempromosikan produk kepada wisatawan," jelasnya.

Paling diminati adalah kain Sasirangan dan tas dari anyaman purun. Khusus bakul purun, rutin dipesan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai suvenir.

Tapi sejak pandemi melanda, orderan pun berkurang. Kini, RPK fokus pada pembuatan masker. Dalam sebulan bisa 6 ribu lembar masker kain diproduksi.

"Kalau usaha lain turun, di sini malah naik. Biasanya sebulan pemasukan kotor Rp20 juta per bulan, saat wabah bisa sampai tiga kali lipat," katanya.

Wajar jika perajin betah di RKP. Selain pemasukan yang lumayan, juga ditunjang lingkungan kerja yang asyik. Di sini, mereka sudah layaknya saudara.

Contoh Nana. Difabel yang ahli mengolah Sasirangan ini sudah tiga tahun bergabung. Semula ia bekerja di tempat lain. Dari pagi sampai sore, honor per bulan hanya Rp250 ribu. Kecil sekali.

Sementara di sini, sepekan ia bisa menerima Rp500 ribu. Dia merasa jerih payahnya lebih dihargai. "Apalagi bisa kursus keluar Kalsel untuk belajar," ujarnya dengan bahasa isyarat.

Lantas di mana keuntungan RPK? Aripin menegaskan, tujuannya bukan komersial. "Passion saya sebenarnya peternakan, di sini sebagai wadah belajar saja," jelasnya.

Sudah banyak komunitas dari luar Kalsel yang belajar kemari. "Anggota di RKP digembleng agar bisa jadi instruktur. Sekarang sudah banyak yang sering diundang keluar," pungkasnya. (gmp/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#bisnis UKM #Ragam Info Bakti Sosial