SURABAYA – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyambut positif rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan tarif penyeberangan. Kebijakan yang bakal diterapkan saat mudik Lebaran itu memberikan angin segar bagi sektor penyeberangan.
’’Industri penyeberangan ini kan satu-satunya yang tidak punya skema tarif batas atas. Apalagi, dua tahun terakhir ini tidak ada penyesuaian tarif,’’ ucap Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo kemarin (28/5). Dia berharap pemerintah menyesuaikan tarif yang sudah tidak relevan itu. Di mata para pengusaha transportasi laut, tarif tersebut terlalu murah.
Khoiri menyebutkan, angkutan penyeberangan merupakan moda transportasi yang tidak mengalami kenaikan tarif bahkan pada peak season. Padahal, seluruh moda transportasi pada momen Lebaran menaikkan tarif. Maskapai, misalnya. Mereka bisa menaikkan harga tiket pesawat sampai 300 persen. Demikian juga kereta api dan bus.
Rencananya, Kemenhub meningkatkan tarif penyeberangan sebesar 30 persen. Tarif tersebut berlaku untuk penyeberangan pada malam. Terutama para pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat pribadi untuk pulang ke kampung halaman. Menurut Khoiri, kenaikan tarif itu akan kembali menggairahkan industri penyeberangan.
Kenaikan tarif pada malam juga diharapkan bisa mengurai penumpukan penumpang. Sebab, biasanya para pemudik memilih untuk menyeberang pada malam. Khoiri berharap kenaikan tarif itu membuat para pemudik mengalihkan penyeberangan pada siang. ’’Kami juga ingin menyukseskan mudik kali ini. Angkutan penyeberangan ini kan bisa jadi penolong bagi pemudik yang tidak mampu naik pesawat,’’ ungkap Khoiri. (ell/c19/hep)
Editor : izak-Indra Zakaria