Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Realisasi Konsumsi Belum Maksimal

izak-Indra Zakaria • 2020-01-02 12:24:44
-
-

REALISASI belanja atau konsumsi pemerintah sampai November 2019 baru tercapai 76,55 persen dari total pagu. Hal itu tentunya membuat pencatatan penyerapan anggaran tahun ini tidak begitu maksimal. Konsumsi pemerintah pada akhir tahun dianggap sebagai puncak. Diharapkan pada tahun ini bisa lebih baik.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim Midden Sihombing mengatakan, pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2019 di Kaltim sampai November mencatatkan realisasi belanja sekitar Rp 8,53 triliun atau 76,55 persen atau dari total pagu sebesar Rp 11,152 triliun.

Sedangkan penyaluran dana transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp 18,73 triliun atau 79,05 persen, dari pagu sebesar Rp 23,7 triliun. Untuk realisasi penerimaan perpajakan dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) membukukan angka Rp 17,29 triliun atau lebih tinggi sekitar 0,02 persen dari realisasi Desember 2018.

“Pelaksanaan realisasi anggaran tidak bisa langsung dikatakan buruk, akibat belum mendekati 100 persen. Kita mengapresiasi pelaksanaan anggaran dalam rangka kepatuhan terhadap peraturan di bidang perbendaharaan, kinerja dalam aspek efektivitas pelaksanaan anggaran, serta kinerja penyaluran seluruh anggaran,” katanya, Rabu (1/1).

Midden menjelaskan, upaya perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan anggaran tidak akan berhenti dan akan terus dipertajam karena masih terdapat aspek-aspek yang masih memerlukan perhatian, dan dapat ditingkatkan agar pelaksanaan anggaran tahun ini menjadi lebih baik.

Satuan kerja juga perlu melakukan perbaikan kualitas pelaksanaan anggaran, dengan cara mempercepat pelaksanaan program, atau kegiatan serta proyek dan proses pengadaan barang atau jasa. Contohnya seperti mempercepat penetapan pedoman umum atau petunjuk teknis, mempercepat penetapan pejabat perbendaharaan dan panitia pengadaan. “Proses lelang harus dipercepat, agar awal 2020 proyek sudah bisa dikerjakan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, kinerja konsumsi pemerintah pada triwulan III 2019 tercatat tumbuh sebesar 7,74 persen (year-on-year/yoy). Dengan pangsa sebesar 3,68 persen dari total produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim, konsumsi pemerintah berkontribusi sebesar 0,22 persen terhadap ekonomi Kaltim.

Peningkatan kinerja konsumsi pemerintah didukung upaya percepatan penyerapan anggaran, khususnya belanja modal. “Seperti biasanya pada akhir tahun sudah menjadi puncak konsumsi pemerintah,” ujarnya.

Data historis capaian realisasi belanja yang tercatat relatif stabil sejak tahun 2013 sampai 2018 berturut-turut 84,6 persen, 85,8 persen, 85,2 persen, 85,8 persen, 94,07 persen dan 92,88 persen. Sehingga pada 2019 tidak akan jauh dari realisasi tersebut. Jika sampai November mencapai 76,55 persen, maka ditambah Desember maka akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. (ctr/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim