Ketidakpastian ekonomi yang masih tinggi di masa pandemi Covid-19 mendorong masyarakat untuk menginvestasikan dana mereka ketimbang berbelanja. Peluang ini dimanfaatkan Pegadaian dengan menawarkan berbagai produk unggulan, salah satunya Tabungan Emas.
ULIL MUAWANAH, Balikpapan
SELAIN sektor properti, saham, dan tanah, logam mulia memang menjadi salah satu buruan masyarakat yang ingin berinvestasi. Ini terlihat dari lonjakan permintaan Tabungan Emas baik dalam bentuk digital maupun fisik di Pegadaian Balikpapan.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Balikpapan Susatya Pramana menuturkan, emas memang menjadi pilihan tepat berinvestasi di tengah pandemi. Karena orang yang memegang emas sama saja dengan pegang uang. Dalam artian sangat likuid. Bisa dijual kapan pun dan harganya cenderung naik dalam jangka panjang.
“Di Pegadaian, istimewanya masyarakat bisa membeli emas dengan cara mencicil. Sehingga, mereka bisa langsung memiliki emas dengan berat 100 hingga 200 gram. Dan harganya cicilannya tidak mengikuti kenaikan harga emas yang fluktuatif atau pas lunas. Melainkan nominal cicilan dikunci di harga saat membeli. Jadi walau harga emas naik, cicilannya tetap,” ungkapnya saat berkunjung ke Kaltim Post, Selasa (22/2).
Susatya menambahkan, antusiasme masyarakat dalam menabung emas tahun lalu sangat baik. Kenaikannya mencapai 20 persen. Hal ini bisa terjadi karena pihaknya banyak memberikan promo. Seperti cashback Rp 50 ribu untuk pembelian emas per 1 gram. “Ini sangat menguntungkan karena harga dasar emas di kami sudah sangat rendah dan masih mendapatkan cashback lagi,” terangnya.
Lonjakan tren investasi juga diikuti literasi masyarakat yang semakin baik. “Mereka sudah semakin terdidik. Kalau punya banyak uang daripada tidak berkembang karena usaha lagi tidak bagus, akhirnya disimpan dalam bentuk emas. Ini sama saja dengan menyimpan uang tapi tidak terkena inflasi. Kalau komoditi naik, emas cenderung naik pula,” imbuhnya.
Dia menyebut, kinerja tahun lalu cukup baik meski masih di situasi pandemi. Dari sektor mikro, mereka mencatat ada kenaikan sekitar 4-6 persen. Sementara untuk gadai belum sesuai harapan karena aktivitas masyarakat belum sepenuhnya pulih. Tahun lalu, secara keseluruhan pinjaman yang disalurkan sebanyak Rp 765 miliar. Tahun ini, targetnya dinaikkan menjadi Rp 869 miliar.
“Dalam dua bulan ini, kami sudah menggenjot kinerja gadai dan mikro. Alhamdulillah sudah sesuai target bulannya. Semoga dengan program vaksinasi yang semakin masif membuat masyarakat kembali beraktivitas normal dan terjadi peningkatan permintaan baik di gadai maupun mikro,” tuturnya.
Terkait rencana perpindahan ibu kota negara (IKN) Nusantara ke Kaltim, dia melihat banyak pengusaha baru yang memulai usaha. Utamanya di Balikpapan. Nah, peluang ini coba ditangkap dengan memunculkan produk pinjaman modal kerja untuk memudahkan mengembangkan usaha. Seperti, pinjaman ultra mikro sampai Rp 10 juta, dengan bunga yang sangat rendah.
“Sementara untuk pengusaha yang sudah besar diberikan kesempatan untuk negosiasi besaran bunganya. Intinya, kami buat mereka mudah mendapat tambahan modal agar usahanya bisa terus berkembang,” pungkasnya. Termasuk menjadi salah satu sponsor dalam rangkaian kegiatan HUT ke-34 Kaltim Post, Januari lalu. (ndu/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria