Perusahaan BUMN, PT PP (Persero) Tbk memastikan akan turut serta terlibat dalam pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur. Bahkan, Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad menyebut, perseroan telah membentuk tim khusus dalam penggarapan beberapa proyek di Ibu Kota Negara Baru tersebut. “IKN pasti jadi sasaran kita. Yang (proyek) gedung, infrastruktur cukup besar. Sudah bentuk satu bentuk tim khusus buat IKN. Tim ini yang akan koordinasi secara periodik dengan direksi untuk proyek di IKN,” ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Selasa sore (5/4).
Meskipun demikian, Novel mengaku, terkait nilai proyek sampai saat ini masih belum ditentukan karena harus menyesuaikan dengan APBN. Namun, jika tak ada perubahan dalam beberapa waktu kedepan akan mulai dilakukan proses tender.
Selain itu, Arsyad juga mengatakan pihaknya saat ini masih mengandalkan kontrak proyek infrastruktur darat dan air yang diperoleh dari sejumlah kementerian dan BUMN dengan nilai proyek yang sedang diproses mencapai Rp 15-Rp 16 triliun.
Namun, dengan semakin membaiknya kondisi pandemi, Arsyad menyebut, akan berpengaruh besar terhadap pembangunan proyek infrastruktur darat dan air tahun ini yang akan normal kembali.
Pada tahun 2022 dan tahun mendatang, perseroan masih memiliki berbagai kesempatan untuk menggarap sejumlah proyek konstruksi lainnya di KIT Batang, seperti pematangan lahan seluas 2.650 ha, pembangunan pengelola dan sarana ibadah, pembangunan pabrik siap pakai, dryport, seaport, jetty, dan pembangunan infrastruktur dan utilitas lainnya.
Selain itu, beberapa proyek infrastruktur yang juga dikerjakan perseroan antara lain tol Serpong-Balaraja, sejumlah bendungan air bersih, pengelolaan sampah, jalan akses Pelabuhan Patimban, serta sistem penyediaan air minum/SPAM. (jpc)
Editor : izak-Indra Zakaria