Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kinerja Batu Bara Melambat, Produksi Besar, Harga dan Permintaan Turun

izak-Indra Zakaria • 2023-09-12 13:07:24
Photo
Photo

SAMARINDA – Meski melambat dibandingkan triwulan I 2023 yang tumbuh 4,92 persen (year on year/yoy), kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian Kaltim pada triwulan II 2023 kembali tumbuh positif. Sebesar 4,69 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Budi Widihartanto mengatakan, dengan pangsa sebesar 40,69 persen (yoy), lapangan usaha pertambangan memberikan andil pertumbuhan sebesar 2,19 persen (yoy) terhadap ekonomi Kaltim. “Masih tumbuh tingginya pertambangan sejalan dengan lalu lintas volume batu bara yang lebih tinggi secara volume,” ungkapnya, Senin (11/9).

Berdasarkan data dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, volume bongkar batu bara triwulan II 2023 tercatat lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Namun jika dilihat secara growth, kinerja lalu lintas batu bara mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kinerja produksi batu bara turut didorong oleh kondisi cuaca di tengah terkontraksinya harga batu bara acuan. Pada triwulan II 2023, kondisi curah hujan di Kaltim tercatat lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. “Membaiknya curah hujan merupakan faktor yang mendorong produksi batu bara,” tuturnya.

Namun demikian pada triwulan yang sama, kinerja harga batu bara acuan terkontraksi 25,37 persen (yoy). Berdasarkan laporan liaison Bank Indonesia pada triwulan II 2023, penurunan harga batu bara yang cukup dalam ini cenderung menahan korporasi untuk melakukan produksi.

Meskipun harga batu bara menurun cukup signifikan, level harga masih berada di atas rata-rata harga sebelum 2022, sebagai periode awal kenaikan harga batu bara yang cukup tajam. Dari sisi penjualan, kinerja ekspor batu bara secara volume tercatat lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, namun melambat secara pertumbuhan.

Pertumbuhan ekspor batu bara Kaltim periode triwulan II 2023 tumbuh 9,40 persen (yoy), melambat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 33,94 persen (yoy). Secara umum, negara tujuan ekspor batu bara Kaltim didominasi oleh Tiongkok, ASEAN, India, Taiwan, dan Jepang. Perlambatan ekspor batu bara disebabkan oleh melambatnya ekspor ke ASEAN, India, Taiwan, dan Jepang.

Sementara itu, ekspor batu bara ke Tiongkok meningkat, seiring dengan tingginya permintaan. “Dari sisi keuangan, pertumbuhan penyaluran kredit lapangan usaha pertambangan masih tumbuh positif namun sedikit melambat,” tuturnya.

Pada triwulan II 2023, penyaluran kredit pertambangan masih tumbuh positif sebesar 33,38 persen (yoy), atau melambat dari triwulan sebelumnya 34,44 persen (yoy). Lapangan usaha pertambangan diprakirakan tumbuh positif pada triwulan III 2023, namun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Hal ini didorong oleh penurunan harga batu bara yang terus berlanjut dan penurunan permintaan dari negara tujuan ekspor. Meski demikian, perlambatan yang lebih dalam akan tertahan oleh faktor pendorong curah hujan yang lebih baik,” pungkasnya. (ndu/k15)

Catur Maiyulinda

@caturmaiyulinda

Editor : izak-Indra Zakaria