Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bermodal Peluang, Untung Jutaan

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-06 06:41:16

JIKA sebagian besar orang merasa bahwa modal adalah hal utama membangun usaha. Ruth Shanti Anissa justru menampiknya. Bagi Shanti, ingin memiliki usaha tak melulu terpaku pada modal. Shanti memulai usahanya karena murni melihat peluang. Sebab, saat itu tender Shanti yang di Jawa memberlakukan sistem full payment, maka barang yang dipesan oleh pelanggan sudah harus dibayar sejak awal pemesanan. Jadi, kepercayaan adalah kunci utama dalam bisnis.

“Awalnya ya susah untuk percaya, tapi daripada kehilangan pelanggan jadi enggak apa-apa. Memang ada beberapa yang pesan tapi enggak diambil dengan berbagai alasan, dihubungi juga enggak bisa sampai akhirnya kontak saya diblokir,” ungkapnya.

Menurut Shanti, setiap orang memiliki kelebihan berbeda. Ada yang mempunyai pengetahuan, keahlian, sampai jaringan pertemanan. Shanti mengaku tidak memiliki keahlian namun jaringan pertemanannya sangat luas.

Saat awal merintis usaha, Shanti hanya fokus menjual selempang yang biasa dipakai mahasiswa saat perayaan kelulusan. Kala itu belum terlalu tren di Samarinda. Sebab, melihat peminat yang banyak di Jawa, Shanti berniat untuk membawa tren itu ke Samarinda.

“Dulu ada yang nanya apakah saya jual bunga. Ya saya jawab enggak. Eh, enggak disangka, makin banyak yang nanya. Kalau saya bilang enggak ada terus, pelanggan bakal pergi. Akhirnya mulai cari yang jual bunga untuk jadi reseller. Sampai sekarang, sudah ada sekitar tujuh supplier bunga,” ungkap sulung tiga bersaudara itu.

Tidak semua produk yang dijual Shanti dibuat olehnya, kebanyakan datang dari supplier. Dia mengaku selalu mengusahakan apapun yang diinginkan pelanggan. Jika tidak, hal itu memicu pelanggan untuk pergi dan tidak berbelanja di tempatnya lagi. Tak hanya hadiah untuk wisuda, Shanti menyediakan jasa sablon, bordir, membuat pakaian, gantungan kunci, mug, bahkan banner nama.

Bicara promosi, dia memanfaatkan Instagram. Semua dilakukannya mandiri. “Alasan saya masih bertahan dengan usaha ini karena jika ada satu orang yang lulus, tidak mungkin hanya satu orang yang memberi hadiah. Pasti ada banyak kebutuhannya. Pernah ada yang nanya apakah usaha ini musiman atau enggak. Saya bilang enggak karena mahasiswa sidang atau seminar proposal saja kadang sudah dikasih hadiah,” jelasnya.

Tak hanya mahasiswa, pelanggan Shanti datang memesan barang untuk hadiah ulang tahun, pernikahan, bridal shower, dan acara lainnya. Bagi dia, usaha ini menjanjikan karena jika terus berinovasi, pasti berkembang. Kebutuhan pasti selalu banyak dan tidak itu-itu saja. Shanti selalu melakukan riset terkait apa saja yang tren.

Kerja sama dengan supplier juga penting. Shanti selalu aktif mengecek soal barang yang dipesan oleh pelanggan seperti ada kesalahan atau tidak. Jika ada yang salah pasti dia akan mengembalikannya dan minta untuk diperbaiki. Dia selalu berusaha untuk tidak mengecewakan pelanggan.

“Terkadang saya juga pernah merasa pesimis dan khawatir dengan persaingan. Walau saya enggak bisa buat barang sendiri, setidaknya saya punya toko dan punya barang yang siap untuk langsung dibeli dan bisa dilihat orang,” ungkap alumnus SMA 8 Samarinda itu.

Menghadapi pelanggan yang punya banyak mau memang sudah biasa ditangani. Meski lumrah baginya jika sudah merasa kesal dengan pelanggan yang keterlaluan, dia selalu berusaha sabar dan memberikan pelayanan terbaik.

Berkat usaha yang dia jalani, Shanti berhasil mengantongi keuntungan Rp 20 juta per bulan. Kesuksesannya tak luput dari dukungan keluarga. (*/ysm*/rdm2/k8)

Editor : wahyu-Wahyu KP