SIDOARJO – PT Pertamina tahun ini gencar bekerja sama dengan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk membangun Pertamina Shop (Pertashop). Sejak diluncurkan pada triwulan III 2018, Pertashop telah masuk 10 desa. Tiga di antaranya berada di Jawa Timur. Yaitu, Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan. Sisanya tersebar di Jawa Barat. Antara lain, Banten, Sukabumi, serta Tasikmalaya.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Mas'ud Khamid menyatakan, hingga kini SPBU Pertamina berjumlah sekitar 5.500. Semua hanya melayani sampai kecamatan. Di daerah-daerah pelosok, jarak dari kecamatan ke desa bisa lebih dari 10 km. “Cukup jauh jika masyarakat desa mau beli BBM atau produk Pertamina lainnya. Karena itu, sudah waktunya kami masuk ke desa melalui program Pertashop ini,” tuturnya, Minggu (20/1).
Mas'ud menjelaskan, produk yang tersedia di Pertashop cukup beragam. Antara lain, BBM, oli, pendingin ruangan, sampai bengkel. Tujuannya, sebagai upaya penguatan ekonomi dengan membantu rantai distribusi produk Pertamina. Juga, mendukung program pemberdayaan masyarakat di sejumlah daerah terpencil.
Tahun ini, pihaknya menargetkan Pertashop masuk ke 2 ribu desa di Indonesia. Dari total itu, Jatim mendapat alokasi 10 persen. Salah satu upaya Pertamina untuk mencapai target tersebut adalah mempersiapkan BUMDes-nya.
“BUMDes tersebut harus mempunyai lokasi yang feasible. Contohnya, minimal jalan yang dimiliki desa harus lebih dari 4 meter untuk kemudahan titik suplai. Lalu, jembatan desa juga harus kuat karena pasti dilewati tangki,” katanya.
Dia menegaskan, semua perangkat yang ada di Pertashop merupakan milik Pertamina. Yang melakukan maintenance Pertashop juga Pertamina. ”Jadi, BUMDes hanya menjalankan operasionalnya karena yang investasi Pertamina. Sistemnya nanti sharing fee,” lanjutnya.
Terkait pertumbuhan aplikasi My Pertamina yang di-launching bersama dengan program Berkah Energi tahun lalu, dia menyebut cukup positif. Hingga kini, jumlah pengunduhnya mencapai 1,1 juta. Jika nanti SPBU Pertamina telah terdigitalisasi, Mas'ud yakin seluruh customer Pertamina yang berjumlah sekitar 200 juta akan mengunduh aplikasi tersebut.
“Nah, jumlah SPBU digital kami per minggu lalu mencapai 300 atau baru 5 persen dari total SPBU yang ada. Kami bekerja sama dengan Telkom akan ngebut agar akhir April bisa terdigitalisasi semua,” tegasnya. (car/jpg/ndu/k15)
Editor : wahyu-Wahyu KP