Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Optimistis Okupansi Terus Terakselerasi

izak-Indra Zakaria • Minggu, 8 September 2019 - 22:07 WIB

SAMARINDA- Pengusaha perhotelan optimistis okupansi terus menunjukkan kinerja apik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli lalu, okupansi hotel di Kaltim sebesar 57,83 persen atau meningkat 4,85 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, peningkatan ini masih disebabkan perbaikan setelah Ramadan pada Mei lalu. Dengan adanya waana perpindahan ibu kota negara ke Bumi Etam, pengusaha perhotelan optimistis okupansi akan terus mengalami laju positif. “Jika dibandingkan dengan Juli 2018, terjadi peningkatan TPK sebesar 3,02 poin,” ujarnya, Jumat (6/9).

Dia menjelaskan, jika dilihat menurut klasifikasinya, pada Juli 2019 hotel berbintang 5 mengalami TPK tertinggi yaitu mencapai 73,55 persen, dan TPK terendah pada hotel berbintang 1 sebesar 20,14 persen. Sedangkan hotel berbintang lainnya masing-masing di antaranya hotel berbintang 2 sebesar 55,84 persen, hotel berbintang 3 sebesar 58,03 persen, dan hotel berbintang 4 tercatat sebesar 55,37 persen.

Senada, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim Muhammad Zulkifli mengatakan, peningkatan okupansi Juli merupakan perbaikan seusai Ramadan pada Mei. Sejak April 2019 okupansi memang sudah menurun, lalu kembali semakin dalam penurunannya saat Mei. Sehingga usai bulan kelima tahun ini, TPK kembali meningkat hingga Juli.

“Kita optimistis menuju pengujung tahun, okupansi akan semakin baik seiring banyaknya kegiatan pemerintahan,” ujarnya Jumat (6/9). Cukup beralasan, kegiatan pemerintah memang berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap okupansi. Sehingga semakin banyak kegiatan, maka semakin tinggi tingkat okupansi Kaltim.

Apalagi okupansi tahun depan. Pihaknya optimistis akan terjadi peningkatan lebih dari 25 persen dibandingkan TPK saat ini, dengan dipilihnya Kaltim sebagai ibu kota negara. Itu disebabkan tingginya proyek pembangunan pada tahun depan dan membuat penerbangan menuju Kaltim meningkat. Untuk mendukung itu, imbasnya pasti langsung ke perhotelan sebagai akomodasi penginapan.

“Kunjungan-kunjungan yang dilakukan pasti akan membuat okupansi di Samarinda dan Balikpapan meningkat,” tutupnya. (ctr/ndu)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #hotel