BALIKPAPAN- PT Pertamina EP (PEP), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) berhasil mencetak kinerja positif secara nasional. Namun, untuk PEP Asset 5 masih belum berhasil mencapai target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan memutuskan menurunkan target produksi minyak tahun ini, hanya sebesar 18.441 BOPD.
Secara nasional, PEP pada November 2019 berhasil mencatatkan total produksi minyak mencapai 82.396 barrel oil per day (BOPD). Realisasi tersebut merupakan 101 persen dari target produksi minyak 2019 yang tertuang dalam RKAP. Sementara produksi gas PEP berada di angka 957 million standard cubic feet per day (MMSCFD) atau 99 persen dari target produksi gas dalam RKAP 2019.
Sementara itu, PEP Asset 5 sampai 29 Desember lalu masih belum mampu mencapai target. Realisasi produksi minyak mentah PEP Asset 5 berkisar pada 17.792 BOPD dari target 19.034 BOPD, atau realisasi sebesar 93,5 persen. Sedangkan produksi gas bumi berkisar pada 15,49 MMSCFD dari target 14,34 MMSCFD, atau realisasi sebesar 108,1 persen.
Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, pencapaian target produksi baik minyak maupun gas didukung oleh rangkaian eksekusi program kerja yang terintegrasi serta sesuai tatanan waktu.
Jumlah pemboran hingga November 2019 mencapai 91 sumur di mana 12 sumur di antaranya masih dalam proses penyelesaian. Sementara jumlah work over yang telah selesai per November 2019 mencapai 184 sumur. Masih ada 9 sumur lagi yang akan rampung dalam waktu dekat.
Tidak hanya itu, pemetaan dalam pencarian migas berteknologi dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) juga dilakukan PEP untuk mendukung kegiatan eksplorasi. Hingga November 2019, PEP telah melakukan survei seismik 2D sebesar 48 km dan survei seismik 3D sebesar 469 kilometer persegi.
Terkait kinerja keuangan, hingga akhir November 2019, PEP membukukan pendapatan sebesar USD 2.714 juta. Dari jumlah pendapatan tersebut, PEP meraup keuntungan sebesar USD 604 juta. "Kinerja keuangan tentunya dipengaruhi beberapa faktor antara lain harga minyak dan nilai kurs," terangnya, Senin (6/1).
Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari sinergisitas dan kerja keras seluruh insan PEP. Dengan total waktu kerja sebesar 91.487.347 jam kerja selamat, PEP senantiasa menjunjung tinggi aspek HSSE (health, safety, security, and environmental) sehingga berhasil mempertahankan zero fatality hingga November 2019.
Sebelumnya ia mengatakan, lebih dari 50 persen investasi dialokasikan ke Asset 5, kurang lebih sejumlah 49 sumur pengeboran, separuh lebih rencana kerja PEP ada di Asset 5. PEP Asset 5 beroperasi di bawah pengawasan PEP dan menyediakan kebutuhan energi nasional dari wilayah Kalimantan.
PEP Asset 5 mengoperasikan lapangan Sangasanga dan Sangatta (Kalimantan Timur), Tarakan dan Bunyu (Kalimantan Utara), dan Tanjung (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah). Produksi PEP Asset 5 termasuk terbesar untuk keseluruhan PEP. Untuk produksi di bawah PEP Asset 5 terbesar ada di Lapangan Bunyu, yakni 6.366 BOPD sedangkan gas, 7,53 MMSC atau sebesar 34 persen.
Kemudian kedua ada di lapangan Tarakan 2.074 BOPD dan gas 2,36 MMSCFD atau sebesar 28 persen dari total keseluruhan produksi PEP Asset 5. Dari data di dapat, di 2020 target menyesuaikan capaian tahun lalu. Target RKAP 2020 sebesar 18.441 BOPD lebih rendah dari tahun lalu. Target gas 14.99 MMSCFD. Untuk lapangan Tanjung akan menggunakan teknologi EOR.
Tahun depan akan ada 54 rencana pengeboran dengan rincian Lapangan Bunyu, 16 Sumur Tarakan, 2 Sumur, Tanjung (EOR) 4 Sumur, Sangasanga 22 Sumur, dan Sangatta 10 Sumur. (aji/ndu/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria