Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Asa Baru Direct Call, SeaLand Masuk, Panaskan Persaingan di Indonesia Timur

izak-Indra Zakaria • 2020-02-18 11:44:23
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan peti kemas Kariangau, Balikpapan, diprediksi meningkat seiring masiknya SeaLand sebagai pengelola Direct Call.
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan peti kemas Kariangau, Balikpapan, diprediksi meningkat seiring masiknya SeaLand sebagai pengelola Direct Call.

BALIKPAPAN- Kinerja PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) tahun ini diprediksi mengalami lonjakan signifikan seiring masuknya SeaLand sebagai pengelola program direct call di pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Apalagi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV juga berencana melakukan konsolidasi kargo sehingga ada garansi untuk perusahaan ekspor.

Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang menuturkan, potensi ekspor dari Kaltim cukup besar. Tercatat ada delapan perusahaan yang setiap bulan berkontribusi lumayan besar terhadap aktivitas ekspor di wilayah tersebut, di antaranya PT Balikpapan Forest Industri, PT Herman Group, PT Sumalindo Lestari Jaya, PT Linda Hanta Wijaya, PT Cipta Krida Bahari, PT Korindo dan PT Tirta Mahakam serta eksportir lainnya.

“Total kontribusi dari delapan perusahaan yang aktif melakukan kegiatan ekspor impor di wilayah Kaltim tersebut mencapai 783 box kontainer per bulan dengan komoditas yang dikirim berupa plywood, rumput laut, bungkil, spare part dan oli bekas yang dikirim dan juga didatangkan dari beberapa negara, yakni Jepang, Korea, Shanghai dan Tiongkok,” tuturnya, (17/2).

Ia menjelaskan, hampir semua kegiatan ekspor impor di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau sebagai hub port dengan empat perusahaan pelayaran yang dilayani, yaitu PT SPIL, Meratus, Temasline dan PT Tanto Intim Line.

Menurutnya, ada beberapa keuntungan yang didapat pengusaha dengan melakukan direct call dan direct export ke negara tujuan, dibandingkan harus melalui Jakarta atau Surabaya. Yakni ada efisiensi biaya sebesar kurang lebih 50 persen, terjadi efisiensi waktu antara 9–15 hari, barang tidak rusak karena tidak lagi ada double handling, serta dapat meningkatkan PAD karena surat keterangan asal (SKA) barang diterbitkan oleh daerah asal.

Selama ini Makassar selalu menjadi hub untuk direct call dan direct export dari Kawasan Timur Indonesia (KTI). Ke depan, dengan direct call yang dilakukan SeaLand dari Terminal Peti Kemas Kariangau, maka akan ada tiga pelabuhan kelolaan Pelindo IV yang melakukan kegiatan pelayaran langsung ke luar negeri.

“Yaitu Makassar New Port (MNP), Terminal Peti Kemas Makassar (TPM) dan Terminal Peti Kemas Kariangau. Sehingga kompetisi kegiatan ekspor juga akan terbagi dan volumenya jadi bertambah,” tuturnya.

Sementara itu, Country Manager Indonesia SeaLand, Joshua Ng Jiang Hao mengutarakan bahwa maksud dan tujuan kunjungannya bersama tim dari Headquarters SeaLand adalah untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan bahwa pihaknya akan melaksanakan direct call dan direct export dari Pelabuhan Balikpapan, Kaltim Kariangau Terminal (KKT) dan lainnya.

“Rencananya direct call dan direct export akan dilakukan pada akhir Februari atau awal Maret tahun ini,” kata Joshua. Pihaknya juga berencana melakukan peningkatan kerja sama untuk meningkatkan kegiatan ekspor impor di wilayah Pelindo IV.

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) M Basir mengatakan bahwa direct call akan dihidupkan kembali pertengahan Maret tahun ini. Dia berharap tidak ada kendala, termasuk kasus internasional yang sedang terjadi, yaitu virus corona. "Nanti yang handle adalah SeaLand. Pengirimannya nanti ke seluruh dunia," katanya.

Basir menjelaskan bahwa direct call membuat KKT bisa menggarap semua pengiriman barang. Dengan begitu, semua kargo bisa terkonsolidasi di tempatnya. Direct call diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan KKT. Tahun lalu, arus barang naik antara 3-5 persen. (aji/ndu/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim