Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kinerja Ekspor Kaltim Masih Memuaskan

izak-Indra Zakaria • 2020-05-08 14:05:50
Aktivitas ekspor dari Kaltim ini lebih ke bahan mentah, seperti batu bara dan CPO.
Aktivitas ekspor dari Kaltim ini lebih ke bahan mentah, seperti batu bara dan CPO.

Meski masih dihantui ketidakpastian global akibat penyebaran virus corona, kinerja ekspor Kaltim cukup memuaskan pada Maret 2020 lalu. Dibandingkan Februari, naik 4,89 persen.

BALIKPAPAN - Aktivitas ekspor Kaltim masih terbilang bagus di tengah penyebaran virus corona. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Bumi Etam pada Maret 2020 mencapai USD 1,31 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 4,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara bila dibandingkan Maret 2019 turun 13,17 persen.

Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, nilai ekspor barang migas pada Maret 2020 lalu mencapai USD 136,20 juta, turun 22,11 persen dibanding Februari. Sementara ekspor barang non migas mencapai USD 1,18 miliar, naik 9,27 persen dibanding Februari. Secara kumulatif, nilai ekspor Kaltim periode Januari-Maret 2020 mencapai USD 3,81 miliar atau turun 8,05 persen dibandingkan periode yang sama 2019.

“Dari seluruh ekspor periode Januari-Maret 2020, peranan barang migas mencapai 12,02 persen sedangkan peranan ekspor barang non migas mencapai 87,98 persen,” terangnya, Kamis (7/5). Sebaliknya, nilai impor Kaltim Maret 2020 mencapai USD 301,12 juta atau mengalami kenaikan sebesar 37,26 persen dibandingkan Februari 2020. Sementara bila dibanding Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 29,40 persen.

Impor barang migas Maret 2020 mencapai USD 222,92 juta, naik 69,76 persen dibanding Februari 2020. Sementara impor barang non migas Maret 2020 mencapai USD 78,21 juta, turun sebesar 11,20 persen dibanding Februari 2020.

Secara kumulatif, nilai impor Kaltim periode Januari-Maret 2020 mencapai USD 736,77 juta atau naik sebesar 13,63 persen dibanding periode yang sama 2019. Dari seluruh impor periode Januari–Maret 2020, peranan impor barang migas mencapai 63,92 persen sedangkan peranan impor barang non migas mencapai 36,08 persen.

Dwi menjelaskan, harga migas yang anjlok turut menurunkan ekspor migas. Konsumsi dalam negeri lebih diprioritaskan. Selain itu, mulainya direct call lagi juga memberikan kontribusi. Adapun negara tujuan utama ekspor non migas pada Maret 2020 masih dari Tiongkok, India, dan Japan. Masing-masing mencapai USD 293,82 juta, USD 239,49 juta, dan USD 102,74 juta. Peranan ketiga negara tersebut dalam ekspor nonmigas mencapai 54,02 persen terhadap total ekspor pada Maret 2020.

Sedangkan impor, negara asal utama impor dari United Kingdom, Tiongkok, dan Amerika Serikat masing-masing mencapai USD 16,80 juta, USD 12,68 juta dan USD 12,06 juta, dengan peranan ketiga negara tersebut mencapai 53,12 persen.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, aktivitas ekspor impor secara global saat ini terdampak corona. Kaltim disebutnya masih bagus karena menunjukkan pertumbuhan. Sayang aktivitas ekspor dari Kaltim ini lebih ke bahan mentah, seperti batu bara dan CPO.

“Namun, secara nasional, ekspor dan impor cukup terpukul. Diberlakukannya lockdown di sejumlah negara maju memengaruhi kinerja ekspor dan impor. Kalau nasional turun sekitar 11 persen. Ya kita tetap waspada. Kalau kinerja hulu setahu saya masih bagus, produksi masih jalan,” tuturnya. (aji/ndu/k18)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim #Bisnis Kaltim