Perekonomian Kaltim tahun ini diprediksi kembali tumbuh positif. Namun tidak lebih tinggi dari 4 persen.
SAMARINDA–Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, pada 2019 ekonomi Kaltim tumbuh 4,77 persen, lalu mengalami kontraksi pada 2020 menjadi minus 2,85 persen (year on year/yoy). Tahun ini akan membaik setelah melihat pergerakan harga-harga komoditas seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) yang terus melonjak.
“Perkiraan kita ekonomi 2021 akan tumbuh positif, namun tidak akan lebih dari 4 persen. Pertumbuhannya akan lebih rendah, namun dipastikan positif tidak kontraksi seperti 2020,” ujarnya (19/3).
Perbaikan ekonomi sudah terlihat dari perbaikan ekonomi sejak awal 2021. Dari sisi pengeluaran, perbaikan diprakirakan ditopang oleh peningkatan kinerja ekspor batu bara, seiring dengan berlanjutnya perbaikan ekonomi negara tujuan utama ekspor seperti Tiongkok, India, Jepang, dan negara Asia lainnya.
Meningkatnya permintaan batu bara dari Tiongkok selain didorong oleh semakin membaiknya ekonomi domestik, juga dipengaruhi oleh ketegangan hubungan diplomatik Tiongkok–Australia yang diprakirakan masih akan berlangsung hingga triwulan II 2021. “Ketegangan hubungan ini membuat Tiongkok mengurangi pasokan impor batu bara dari Australia dan mengalihkan sumber pasokan dari negara lain, termasuk Indonesia,” tuturnya.
Selanjutnya, perbaikan ekonomi India diperkirakan semakin solid pada triwulan II 2021 sejalan dengan stimulus ekonomi yang masih berlangsung. Kasus baru harian di sana juga semakin menurun dan vaksinasi yang semakin masif. Negara-negara ASEAN dan Asia lainnya diprakirakan menjadi pasar batu bara masa depan Kaltim dengan motor utama Vietnam.
Vietnam diprakirakan menjadi salah satu negara di ASEAN yang menjadi sumber permintaan utama baru di pasar global pada 2021, sejalan dengan semakin eratnya hubungan investasi dan perdagangan dengan Tiongkok yang mendorong kebutuhan pembangunan pembangkit dan bahan bakar industri.
“Berlanjutnya perbaikan ekonomi Kaltim pada triwulan II 2021 juga didorong bergulirnya program pemulihan ekonomi nasional dan regional. Serta kian masifnya vaksinasi,” ungkapnya.
Selain di sisi ekspor, perbaikan ekonomi Kaltim diprakirakan juga bersumber dari sisi konsumsi maupun investasi. Di sisi konsumsi, masih bergulirnya program pemulihan ekonomi nasional dan regional, termasuk bantuan sosial atas inisiatif pemerintah pusat dan daerah, diperkirakan akan membuat proses pemulihan konsumsi semakin solid.
Harga komoditas yang diprakirakan terus membaik juga turut menopang berlanjutnya proses pemulihan konsumsi. Dari sisi investasi, perbaikan diprakirakan didorong oleh berlanjutnya pengerjaan proyek-proyek strategis, perbaikan harga komoditas, dan pulihnya keyakinan dunia usaha sejalan dengan implementasi UU Cipta Kerja serta masifnya program vaksinasi.
“Dari sisi lapangan usaha, perbaikan perekonomian Kaltim pada triwulan II 2021 diprakirakan ditopang oleh membaiknya kinerja lapangan usaha utama maupun pendukung,” katanya.
Perbaikan kinerja sektor pertambangan batu bara, tambah Tutuk, diprakirakan didorong oleh curah hujan yang secara seasonal lebih rendah dibandingkan triwulan I. Pada sektor industri pengolahan, perbaikan kinerja diperkirakan didorong oleh membaiknya permintaan CPO baik domestik maupun global.
Terus berlanjutnya program B30 juga diperkirakan menjadi pendorong sektor industri pengolahan, seiring dengan low base yang terjadi pada triwulan II 2020 akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Selain itu, sektor konstruksi diprakirakan kembali membaik sejalan dengan peningkatan kinerja proyek-proyek strategis. Demikian pula, perbaikan sektor tersier lainnya seperti perdagangan, diprakirakan juga berlanjut seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas dan keyakinan masyarakat yang ditopang oleh masifnya vaksinasi.
“Sehingga setelah terkontraksi pada 2020, perekonomian Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 diprakirakan kembali positif, seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas masyarakat yang ditopang oleh vaksinasi masal di tengah peningkatan permintaan global,” pungkasnya. (ctr/ndu/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria