BANJARMASIN - Rusak dan tak terurus, itulah kondisi replika rumah lanting yang tertambat di samping Dermaga Pasar Terapung, Siring Pierre Tendean.
Pantauan Radar Banjarmasin (5/11), lantai terasnya sudah bolong. Di dalamnya juga banyak sampah berserakan. Bukan hanya rumah apung tersebut. Rakit di sekitarnya juga terbengkalai. Banyak bagian kayu ulinnya yang sudah terlepas.
Dari penuturan warga sekitar, fasilitas wisata yang mengapung di atas Sungai Martapura itu kerap dipakai untuk pesta minuman keras atau ngelem. Padahal, replika itu dibuat untuk melestarikan budaya lokal. Rumah lanting sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sungai.
Kerusakan itu disoroti oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ia memerintahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin agar segera memperbaikinya.
Karena sebentar lagi, pemko akan kembali membuka objek wisata tersebut. Setelah ditutup selama 1,5 tahun terakhir, sejak awal pandemi COVID-19. "Sebelum dibuka, saya minta apa-apa yang rusak untuk direnovasi dahulu. Misalkan lanting-lanting di sana harus dibersihkan," ujarnya belum lama tadi di Balai Kota.
Namun, Kepala Disbudpar Banjarmasin, Ikhsan Alhak tak tertarik memperbaikinya. Ia lebih memilih untuk memusnahkannya. Alasannya, sudah tidak layak dan kerusakannya terlalu banyak. Alhasil, ia lebih memilih menggantinya dengan yang baru.
"Akan kami ganti dengan replika rumah lanting yang baru. Dengan konsep bangunan yang lebih menarik. Misalkan seperti objek wisata rumah lanting di Mantuil," ujarnya (5/11). Ditanya kapan, ia tak berani memastikan. Sebab, pemusnahan aset memerlukan rekomendasi dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda).
"Kami sudah mengajukannya ke bidang aset di bakeuda. Sementara kami tak bisa berbuat banyak. Doakan saja semoga rekomendasinya lekas turun," pungkasnya. (war/fud/ema)
Editor : izak-Indra Zakaria