Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Impor Kaltim Kembali Menurun

izak-Indra Zakaria • 2022-07-08 13:12:47
ilustrasi
ilustrasi

TERJADI perbedaan tren perkembangan impor 2021 dan 2022. Mei 2021 terjadi peningkatan nilai impor. Namun, Mei 2022 justru terjadi penurunan bila dibandingkan April. Bahkan, impor sepanjang Januari–Mei 2022 mengalami tren perlambatan dibanding periode yang sama tahun 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, nilai impor Kaltim pada Mei 2022 mencapai USD 218,69 juta, turun 47,39 persen dibandingkan nilai impor April 2022. Penurunan impor pada Mei tersebut sangat dipengaruhi oleh turunnya impor minyak dan gas (migas) sebesar USD 228,52 juta (71,82 persen), meski impor non-migas naik sebesar USD 31,50 juta (32,30 persen).

“Turunnya nilai impor migas disebabkan, tidak adanya impor minyak mentah pada Mei dan berkurangnya nilai impor gas sebesar USD 4,33 juta (9,89 persen). Tetapi impor hasil minyak mengalami peningkatan sebesar USD 48,37 juta,” ungkapnya, Kamis (7/7).

Di Kaltim, ada tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai impor Kaltim pada Mei, adalah Pelabuhan Balikpapan USD 74,20 juta, Pelabuhan Kariangau USD 48,39 juta, dan Pelabuhan Tanjung Bara USD 48,13 juta. Dengan kontribusi ketiga pelabuhan tersebut mencapai 78,06 persen.

Selama periode Januari–Mei 2022 nilai Impor Pelabuhan Balikpapan menjadi yang terbesar yaitu mencapai USD 1.031,20 juta dengan kontribusi mencapai 61,29 persen terhadap total impor di Kaltim.

“Lajunya penurunan impor barang migas, tidak mampu ditahan oleh peningkatan impor barang non-migas. Sehingga pada Mei nilai impor Kaltim tetap menurun,” ungkapnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Ricky P Gozali mengatakan, kinerja impor Kaltim mengalami kontraksi yang utamanya bersumber dari komponen impor migas.

Terkontraksinya kinerja impor Kaltim tersebut terkonfirmasi dari melambatnya volume impor bahan baku migas di tengah masih terkontraksinya kinerja impor barang modal. Di sisi lain, volume impor barang konsumsi tercatat mampu tumbuh sebesar 78,98 persen, (yoy) lebih tinggi dibandingkan sebelumnya sebesar 35,94 persen (yoy).

“Di sisi lain, kontraksi yang lebih dalam tertahan oleh kinerja impor non-migas yang mampu tumbuh lebih tinggi yang juga didukung oleh peningkatan volume bongkar pelabuhan,” katanya, Kamis (7/7).

Volume bongkar di pelabuhan Kaltim mengalami peningkatan dibanding bulan sebelumnya. Volume bongkar Kaltim tercatat mampu tumbuh sebesar 3,04 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,70 persen (yoy). (rom/k8)

 

CATUR MAIYULINDA

@caturmaiyulinda

Editor : izak-Indra Zakaria
#Ekonomi Kaltim