Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pangsa Kredit Syariah Baru 6 Persen

izak-Indra Zakaria • 2022-09-21 10:32:30
ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA - Pangsa pembiayaan syariah di Kaltim tercatat sebesar 6,0 persen jika dibandingkan penyaluran pembiayaan secara menyeluruh. Meski terbilang rendah, kinerja perbankan syariah terus menunjukkan pertumbuhan. Peningkatannya juga disertai penurunan tingkat risiko pembiayaan dan peningkatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Ricky P Gozali mengatakan, hadirnya lembaga keuangan syariah telah memberi semangat baru bagi kesejahteraan umat secara menyeluruh, terutama dalam hal akses pembiayaan dan layanan keuangan yang dikhawatirkan melibatkan unsur riba tidak lagi menjadi masalah bagi masyarakat, terutama pelaku usaha.

Ekonomi syariah mengedepankan prinsip keadilan, kerja sama dan kebermanfaatan bukan keuntungan. Ekonomi syariah juga terbukti memiliki resiliensi yang baik dan mampu terus tumbuh dalam kondisi pandemi.

“Hal itu terbukti dengan, kinerja penyaluran pembiayaan perbankan syariah Kaltim periode triwulan II 2022 yang menunjukkan peningkatan disertai penurunan tingkat risiko pembiayaan dan meningkatnya penghimpunan DPK syariah Kaltim,” tuturnya, Senin (19/9).

Penyaluran pembiayaan syariah Kaltim tumbuh 18,94 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 12,65 persen (yoy). Pembiayaan syariah Kaltim memang hanya memiliki pangsa sebesar 6,0 persen jika dibandingkan penyaluran pembiayaan perbankan secara keseluruhan di Kaltim. Namun, pembiayaannya terus tumbuh, dengan DPK dan risiko yang terjaga.

Risiko pembiayaan syariah yang tecermin dari non-performing financing (NPF) periode triwulan II 2022 membaik dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni dari 2,26 persen menjadi 2,02 persen. Capaian NPF Kaltim berada di bawah risiko pembiayaan perbankan Kaltim pada periode yang sama sebesar 2,82 persen.

Di sisi lain, DPK syariah Kaltim pada periode triwulan II 2022 tumbuh positif 7,14 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 2,44 persen (yoy). Adapun, pangsa DPK syariah Kaltim pada periode yang sama sebesar 7,71 persen dari total DPK perbankan Kaltim. “Perbankan syariah di Kaltim terus mencatat pertumbuhan kinerja. Hal ini juga terlihat dari pertumbuhan asset syariah yang positif sebesar 9,43 persen (yoy),” jelasnya.

Pembiayaan syariah di Kaltim potensinya sangat baik. Optimisme pangsa kreditnya akan terus berkembang, karena penduduk muslim masih mendominasi lebih dari 90 persen masyarakat Bumi Etam. Pembiayaan syariah ini merupakan tambahan pilihan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Kaltim. Sehingga, bukan untuk dibanding-bandingkan dengan konvensional. Karena, dua-duanya memiliki keunggulan masing-masing. (ndu/k15)

Catur Maiyulinda

@caturmaiyulinda

Editor : izak-Indra Zakaria