TANJUNG SELOR - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 4 kabupaten pada Maret lalu, NTP (Nilai Tukar Petani) di Kaltara turun -0,12 persen dibandingkan NTP Februari, dari 113,47 menjadi 113,34.
Hal itu berarti, petani mengalami defisit atau penurunan daya beli. Karena harga yang diterima mengalami peningkatan lebih rendah, daripada harga yang dibayar terhadap tahun dasar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mas'ud Rifai mengatakan, penurunan NTP dipengaruhi menurunnya empat NTP di subsektor pertanian. Yakni pada subsektor tanaman pangan turun -0,43 persen, tanaman hortikultura turun -0,06 persen, peternakan turun -1,48 persen dan perikanan -0,21. Sedangkan tanaman perkebunan rakyat naik 1,10 persen.
“Ada faktor yang mempengaruhi penurunannya. Namun begitu, jika melihat data yang ada tentu tak mengalami penurunan yang signifikan,” tuturnya, Rabu (12/4).
Dari Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dapat dilihat, fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani. Pada Maret lalu, It naik 0,35 persen dibanding It
Februari, dari 125,19 menjadi 125,63. Menunjukkan tingkat harga produksi pertanian pada Maret alami peningkatan, secara rata-rata 25,63 persen terhadap produk yang sama pada tahun dasar.
“Peningkatan It pada Maret disebabkan naiknya It semua subsektor terkecuali subsektor peternakan,” ujarnya.
Melalui Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat perdesaan. Khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.
“Pada Maret lalu, Ib atau indeks harga yang dibayar petani naik 0,47 persen. Dibanding Ib Februari, dari 110,33 menjadi 110,84,” sebutnya.
Peningkatan Ib terjadi karena IKRT naik 0,63 persen dan IBPPBM naik 0,05 persen. Peningkatan Ib terjadi pada seluruh subsektor pertanian. Adapun NTP per subsektor Provinsi Kalimantan Utara Maret yaitu Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) 97,97. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 105,15. Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 179,11.
Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 103,84 dan Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 104,24. “Ada juga Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kaltara Maret lalu 115,03 atau naik 0,30 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan, Maret lalu terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Kaltara sebesar 0,63 persen yang disebabkan peningkatan indeks pada Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,97 persen. (fai/uno)
Editor : uki-Berau Post