JAKARTA – Kinerja BPJS Ketenagakerjaan kembali cemerlang. Dalam laporan keuangan dan laporan pengelolaan program (LK-LPP) 2022, lembaga jaminan tenaga kerja dan perlindungan sosial itu sukses mendorong jumlah kepesertaan sepanjang 2022. Aset dana jaminan sosial (DJS) juga meningkat double digit.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menyebutkan, jumlah kepesertaan di sektor formal mencapai 22.839.463 peserta sepanjang 2022. Angka itu 64 persen dari total pekerja. Sedangkan, pekerja jasa konstruksi berjumlah 7.020.533 peserta (19 persen).
Sisanya (17 persen) pekerja di sektor informal atau bukan penerima upah (BPU) sebanyak 6.004.021 peserta. Kepesertaan BPU itu melesat 69,04 persen dibandingkan 2021. ’’Pertumbuhan itu terbesar selama sembilan tahun terakhir,” ujarnya di Jakarta.
Sepanjang 2022, aset DJS mengalami kenaikan 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu mampu dicapai meski pembayaran klaim ikut terkerek 15 persen. Sebab, dana dan hasil investasi masing-masing meningkat 14 persen secara year-on-year (YoY).
Total dana investasi tercatat Rp 627,69 triliun. Dana kelolaan terbesar berada pada program jaminan hari tua (JHT) dengan 65,36 persen atau senilai Rp 410 triliun.
’’Kami ingin menyampaikan di 2022 kita tidak hanya tumbuh secara kinerja sesuai dengan target. Tapi, kita juga punya pencapaian-pencapaian nasional dan global semata-mata untuk meningkatkan kualitas perlindungan bagi pekerja Indonesia,” ujarnya.
Dari sisi manfaat kepada peserta, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan klaim atau jaminan Rp 49,03 triliun kepada 3,94 juta peserta. Jumlah tersebut masih didominasi klaim JHT.
Anggoro menambahkan, tingkat solvabilitas dana JHT berada pada kategori sehat di level 99,74 persen. Sementara itu, jaminan pensiun di atas 100 persen. ’’Dapat disimpulkan bahwa DJS yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan berada dalam kondisi yang sangat sehat,” tuturnya.
BPJS Ketenagakerjaan mematok target 70 juta peserta aktif di 2026. Anggoro menyebut bakal fokus meningkatkan kepesertaan di sektor pekerja informal serta usaha skala kecil dan mikro (UKM).
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin menjelaskan, fokus perusahaan ke desa tidak terlepas dari profil pekerja Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 64 juta pekerja di desa. Bahkan, dari jumlah BPU sebanyak 6.004.021 orang, sebanyak 80 persen adalah orang desa. ’’Maka, kita harapkan satu agen satu desa,” ujarnya.
Zainudin juga meyakini, kepesertaan pekerja jasa dan konstruksi meningkat signifikan tahun ini. Sejalan dengan pemulihan perekonomian nasional dan proyek strategis nasional. ’’Dari proyek APBN sampai proyek desa. Kita masuk juga ke proyek perumahan. Ini sedang menggeliat,” ungkapnya. (han/c6/dio)
Dana Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan
- Jaminan hari tua: Rp 410,3 triliun
- Jaminan kehilangan pekerjaan: Rp 9,1 triliun
- BPJS Ketenagakerjaan: Rp 11,95 triliun
- Jaminan kematian: Rp 15,48 triliun
- Jaminan kecelakaan kerja: Rp 52,32 triliun
- Jaminan pensiun: Rp 128,46 triliun
Sumber: BPJS Ketenagakerjaan
Editor : izak-Indra Zakaria