Sejalan dengan perekonomian Kaltim yang membaik, jumlah investor saham di Benua Etam terus meningkat. Tecermin dari nilai single investor identification (SID) pada periode April 2023 yang tercatat sebanyak 76.357 atau meningkat 22,1 persen (year on year/yoy) dibandingkan April 2022.
SAMARINDA–Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Yoga Sudharma mengatakan, investasi merupakan instrumen penting yang perlu disiapkan dengan tujuan sejahtera secara finansial pada masa yang akan datang. Terdapat banyak sekali produk investasi yang tersedia dan mudah diakses oleh masyarakat, salah satu yang paling mudah ditemui adalah produk deposito di bank.
Namun, tidak sedikit orang yang belum terpuaskan dengan imbal hasil yang ditawarkan pada produk tersebut atau belum memiliki jumlah nominal minimum yang ditetapkan oleh bank, sehingga akhirnya mengambil beberapa pilihan alternatif yang ada. Seperti pasar modal dan reksa dana.
Jumlah investor instrumen pasar modal di Kaltim terus mengalami peningkatan setiap periodenya, sejalan dengan tingginya minat investasi di kalangan masyarakat. “Di samping instrumen saham, reksa dana juga menjadi pilihan investasi di kalangan masyarakat,” ungkapnya, Jumat (16/6).
Dia mengungkapkan, jumlah investor reksa dana pada April 2023 tercatat sebanyak 177.234 SID, naik sebesar 30,63 persen (yoy) dibanding April 2022. Penyumbang investor saham terbesar berada di Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara yaitu masing-masing sebesar 24.891 SID, 22.919 SID, dan 6.849 SID.
Adapun investor reksa dana terbesar berada di Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara yaitu masing-masing sebesar 51.158 SID, 49.408 SID, dan 24.150 SID. Meskipun mengalami peningkatan jumlah investor, namun transaksi saham secara angka mengalami penurunan.
Nilai transaksi saham pada April 2023 tercatat sebesar Rp 893 miliar atau mengalami penurunan sebesar 57 persen (yoy) dari tahun sebelumnya. Daerah yang menjadi penggerak nilai transaksi saham di Kaltim yaitu Samarinda, Balikpapan dan Bontang yaitu masing-masing menyumbang sebesar Rp 352 miliar, Rp 327 miliar, dan Rp 73 miliar dari keseluruhan nilai transaksi saham.
“Nilai transaksi saham menurun namun nilai kepemilikan saham semakin besar yaitu sebesar Rp 8,59 triliun, tumbuh sebesar 123 persen (yoy) dari tahun sebelumnya,” tutur dia.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, dibuka naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG dibuka menguat 6,17 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.719,96. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,13 poin atau 0,12 persen ke posisi 953,40.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia periode Mei 2023 secara tak terduga tumbuh sebesar 0,96 persen (yoy) menjadi 21,72 miliar dolar Amerika Serikat (AS), yang merupakan ekspansi ekspor pertama dalam tiga bulan.
Namun, BPS juga melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia periode Mei 2023 merosot menjadi 0,44 miliar dolar AS, dari sebelumnya 3,94 miliar dolar AS pada April 2023, juga jauh di bawah konsensus pasar yang surplus 3,02 miliar dolar AS. Capaian tersebut merupakan surplus perdagangan terkecil sejak April 2020 di tengah lonjakan impor.
Berdasarkan laporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di pasar domestik dari pabrik ke dealer (wholesales) periode April 2023 hanya sebesar 58.911 unit, merosot sekitar 42 persen dari bulan sebelumnya.
Dari mancanegara, bank sentral AS The Federal Reserve mengumumkan akan mempertahankan suku bunganya di level 5–5,25 persen, yang menandai penahanan suku bunga pertama setelah The Fed secara rutin menaikkan dalam lebih dari setahun. The Fed telah menaikkan suku bunganya sebanyak 10 kali sejak Maret 2022, untuk menahan inflasi di negara tersebut.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 220,30 poin atau 0,66 persen ke 33.265,19, Indeks Hang Seng menguat 130,38 poin atau 0,66 persen ke 19.959,30, Indeks Shanghai menguat 12,05 poin atau 0,37 persen ke 3.265,03, dan indeks Straits Times menguat 26,00 poin atau 0,80 persen ke 3.268,85. (ndu/k8)
Catur Maiyulinda
@caturmaiyulinda
Editor : izak-Indra Zakaria