GUNUNG TABUR – Keindahan Kampung Pulau Besing, tidak diragukan lagi. Akan tetapi, segala potensi wisata dari kampung tidak akan dikenal luas tanpa publikasi yang baik. Media sosial pun merupakan alat yang efektif pada masa kini untuk menyiarkan potensi Pulau Besing. Pada akhirnya, publikasi tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.
Konsep di atas memerlukan pembuat konten media sosial yang cakap. Itulah sebabnya, PT Bukit Mandiri Makmur Utama (BUMA) mengadakan pendampingan selama enam bulan untuk kelas fotografi, videografi, dan pengelolaan media sosial di kampung yang terkenal akan Bekantan dan Kaluang (Kalong, red) tersebut. Perusahaan yang wilayah lingkar tambang operasinya di Kecamatan Gunung Tabur tersebut, mengajak anak-anak muda setempat memiliki keterampilan dalam membuat konten media sosial.
Sampai hari ini, pendampingan untuk kelas fotografi sudah berjalan tujuh kali. Pelatihan yang terakhir diadakan di Perpustakaan Pulau Besing. Pelatihan ini merupakan 50 persen dari keseluruhan kelas yang diadakan BUMA. Beberapa peserta bahkan sudah bisa mempraktikkan materi yang dipelajari.
“Kami berharap, pada akhir program ini peserta bisa menghasilkan karya-karya fotografi yang sesuai standar. Mereka pun bisa memperoleh pendapatan dari keahlian tersebut,” terang Business Support Manager BUMA Jobsite Lati, SG Rajagukguk.
Kegiatan tahun ini merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya. Pelatihan tahun ini dibuka empat bulan silam, tepatnya Senin (20/3) di Kantor Kepala Kampung Pulau Besing. Dalam ceremony kick off tersebut, ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara BUMA dengan pemerintahan kampung.
Total ada 14 pertemuan dalam pelatihan. Pesertanya 20 orang dari Kampung Pulau Besing. Mereka didampingi fotografer profesional. Tujuan meningkatkan pengunjung wisata Pulau Besing diupayakan melalui branding Instagram @wisatapulaubesing. Diharapkan, keterampilan masyarakat Pulau Besing di industri kreatif juga meningkat.
“Yang terakhir, menciptakan kelompok UMKM penyedia jasa fotografi dan videografi yang dapat meningkatkan penghasilan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Pulau Besing,” terangnya.
Untuk diketahui juga, Kampung Pulau Besing adalah desa wisata yang berbentuk kepulauan. Kampung itu dikelilingi sungai yang merupakan habitat alami ratusan bekantan, kelelawar, dan binatang endemik yang lain. Sumber daya alamnya berlimpah seperti udang galah, tudung kelapa, dan pohon nipah.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau yang diwakili Kepala Bagian Promosi, Hotlan Silalahi, memberi apresiasi kepada BUMA ketika pelatihan ini dimulai pada Maret 2023. Pelatihan disebut wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat. Disbudpar Berau juga memiliki program community based tourism yang bisa dikolaborasikan dengan community development perusahaan.
“Baru kali ini saya melihat ada action yang istilahnya itu to the point dari perusahaan, yang peduli dengan potensi pariwisata Berau. Semoga kegiatan ini menjadi pilot project pemanfaatan CSR yang dapat meningkatkan Kabupaten Berau,” terangnya.
Kepala Kampung Pulau Besing, Supandi Paridana, juga sependapat. Ia mengucapkan terima kasih kepada manajemen BUMA atas berbagai pendampingan dan dukungan kepada kegiatan kampung. BUMA juga disebutnya, telah membantu WC umum sebagai penunjang pariwisata Kampung Pulau Besing.
“Selain memberikan pelatihan, mereka (BUMA, red) juga membantu fasilitas penunjang. Guna memudahkan para wisatawan untuk datang,” bebernya.
Diakuinya, keindahan Pulau Besing karena banyaknya hewan-hewan yang jarang ditemukan di daerah lainnya. Dan ini menjadi ciri khas, bagi kampung yang Ia pimpin. Data yang diterima, hewan-hewan itu berjumlah sekitar 1.400 ekor dan mendiami 3 kawasan termasuk di kampung ini. Dengan luas mencapai 700 Hektare (Ha) ketiga pulau tersebut, hanya Pulau Besing yang didiami oleh penduduk, sisanya merupakan hutan belantara yang dihuni oleh Bekantan dan juga Kelelawar, masyarakat menyebutnya dengan Kalong yang disetiap pohon Palm, Kalong tersebut bergelantungan. (hmd/adv/sam)
Editor : uki-Berau Post