Tanah Laut Bakal Bangun Pabrik Karet Senilai Rp22,7 M
izak-Indra Zakaria• 2023-08-19 10:53:00
MEGAH: Rencana pabrik karet senilai Rp22,7 miliar di Tanah Laut. | FOTO: DISKOMINFO TALA
Ini mungkin jadi kabar gembira bagi para petani karet di Kabupaten Tanah Laut (Tala). Tahun ini bakal dibangun pabrik karet di Bumi Tuntung Pandang. Pembangunan dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UMK RI di Desa Ambawang, Kecamatan Batu Ampar. Keberadaan pabrik ini diharapkan memberikan dampak positif, baik itu bagi petani karet maupun masyarakat Tala.
“Selain menyejahterakan petani, adanya pabrik akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat,” kata Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) Tala, Totom Wahyudi. Menurutnya, pabrik tersebut bakal dibangun di lahan milik pemerintah daerah dengan luas 10 hektare. “Untuk bangunan pabrik akan berdiri di lahan 1,5 hektare. Lahan sisanya digunakan untuk sarana pendukung, jadi bagi pengusaha yang mau berinvestasi masih bisa,” ujarnya.
Rencananya pembangunan pabrik tersebut dimulai pada Agustus ini. Biaya pembangunannya berasal dari APBN dan APBD Tala. “Dana APBN sebesar Rp21 miliar, sedangkan APBD Rp1,7 miliar. Jadi totalnya Rp22,7 miliar,” kata Totom.
Ia menyebut, dana dari APBD tersebut digunakan untuk membangun sarana pendukung, seperti jaringan listrik, jaringan air bersih, jalan dan lainnya.
Lebih lanjut diungkapkan Totom, pabrik karet yang dibangun nanti akan menghasilkan tiga produk, yakni Standar Indonesia Rubber (SIR) 10, SIR 20 dan Ribbed Smoked Sheet (RSS).
“Dari tiga produk itu harga mahal adalah RSS, namun untuk membuat produk RSS harus melakukan edukasi dan mengubah pola pikir terhadap petani terlebih dahulu,” jelasnya. Dikatakannya, untuk produk RSS sudah banyak peminatnya. Bahkan ada pengusaha yang ingin membelinya.
“Produk RSS sudah dilirik pengusaha dari luar pulau, seperti pengusaha dari Jakarta, Surabaya, dan Bandung,” tandasnya. (sal/ris).