JAKARTA–Direktur Utama (Dirut) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom Indonesia) Ririek Adriansyah memprediksi selama Ramadan sampai dengan Idulfitri atau Lebaran bakal terjadi peningkatan traffic telekomunikasi. Besarannya mencapai 10 persen.
”Rata-rata peningkatan traffic 10 persen dari hari biasa. Tapi tergantung daerahnya. Jika daerah yang banyak dilalui pemudik, peningkatan bisa lebih,” kata Ririek Adriansyah, kemarin (22/3). Untuk mendukung kualitas layanan pada saat terjadi peningkatan traffic telekomunikasi tersebut, jajarannya telah menyiapkan sejumlah langkah. Mulai memperkuat jaringan, menambah kapasitas BTS (base transceiver station), dan langkah lain.
”Termasuk pula melaksanakan program Telkom Group Siaga RAFI (Ramadan Idulfitri) 1445 H,” papar Ririek. Program tersebut, lanjut dia, dilakukan sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mengimplementasikan five bold moves Telkom Group. Yakni penerapan fixed mobile convergence (FMC), konsolidasi data center, dan infraco.
”Melalui seluruh kegiatan Safari Ramadan sebagai bagian dari Telkom Group Siaga RAFI 2024 diharapkan dapat memperkuat peran BUMN untuk masyarakat khususnya Telkom dalam memberikan manfaat yang maksimal atas layanan terbaiknya bagi pelanggan,” terang Ririek.
”Telkom juga berharap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, untuk menjadikan Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1445 H lebih bermakna,” tambah dia.
Selain itu, menurut Ririek Adriansyah, ketahanan infrastruktur, perangkat, dan link komunikasi juga selalu dimonitor secara reguler. Yakni melalui program optimasi jaringan, penambahan kapasitas, dan rekayasa traffic pada link-link maupun area kritis jalur mudik Lebaran.
”Peningkatan kapasitas sebesar 28 Tbps juga dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan traffic telekomunikasi yang terus meningkat tiap tahunnya, di mana tahun ini diproyeksikan mencapai 20,4 Tbp,” tegas Ririek.
Sementara itu, Telkom juga mendukung percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mulai membangun gedung Telkom Smart Office (TSO), yang ditandai dengan simbolis peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kaltim, Jumat (1/3).
Hal ini diklaim sejalan dengan komitmen Telkom untuk mengakselerasi digitalisasi di seluruh Indonesia melalui konektivitas, platform, dan layanan digital, khususnya dalam membangun IKN menjadi kota pintar (smart city).
Presiden Jokowi dalam sambutannya mengapresiasi sekaligus meresmikan dimulainya pembangunan Telkom Smart Office IKN. Menurutnya, pembangunan TSO di IKN akan mendukung dari sisi jaringan telekomunikasi.
“Ini akan memperkuat digital connectivity, memperkuat digital platform, dan memperkuat digital services bagi Nusantara yang kita cita-citakan menjadi sebuah kota yang World Class ICT. Dan saya yakin, kalau Telkom sudah masuk, akan gampang ke situ, menjadi smart city dan menggarap e-government akan jauh lebih mudah. Saya percaya, Telkom percaya,” ungkap Joko Widodo.
Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir mengatakan, IKN merupakan salah satu monumen terwujudnya Indonesia maju dan modern. Di mana BUMN sebagai agen pembangunan harus turut merealisasikan hal tersebut, khususnya pada infrastruktur dasar seperti telekomunikasi, perbankan, transportasi dan sebagainya.
"Telkom sebagai BUMN telekomunikasi mengemban tugas untuk menghadirkan layanan konektivitas dan layanan digital yang handal, terhubung ke seluruh Indonesia dan menjadikan IKN sebagai Hub Telekomunikasi Nusantara sedini mungkin," katanya.
Ririek yang ikut menyaksikan momen tersebut menyatakan, digitalisasi bukan sekadar suatu kebutuhan, tetapi menjadi katalisator utama dalam mendorong kemajuan perekonomian nasional. "Groundbreaking Telkom Smart Office IKN ini merupakan wujud dukungan Telkom dalam mengembangkan ekosistem digital di wilayah IKN," ungkap Ririek.
Pada aspek Digital Connectivity, Telkom menyediakan infrastruktur konektivitas yang andal dengan backbone fiber optik dan jaringan akses yang luas, berbasis fixed broadband, seluler 4G dan 5G Telkomsel, satelit, dan wifi.
Telkom juga menyediakan Digital Platform yang dapat yang dapat menjadi enabler digitalisasi di IKN melalui penyediaan Data Center, layanan cloud computing, cyber security, dan Internet-of Things (IoT). Telkom mendukung layanan dan aplikasi smart city, e-government, dan layanan publik digital. Selanjutnya beragam digital services disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga dan pemerintahan IKN.
Lebih lanjut Ririek menambahkan, Telkom meyakini pembangunan IKN bukan sekadar memindahkan pusat administrasi pemerintahan, melainkan tentang menjadikan IKN sebagai role model pembangunan kota dan mempercepat langkah transformasi ekonomi nasional. "Untuk itu, Telkom mendukung pembangunan world-class ICT di IKN dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak," kata Ririek.
Sebagai informasi, Telkom Smart Office IKN dibangun di atas lahan seluas 5.368 meter persegi dengan dua tahap pembangunan, yakni Shelter TSO dan TSO Ultimate. Pada tahap 1, pembangunan Shelter TSO merupakan pembangunan hub yang menghubungkan seluruh layanan telekomunikasi di IKN dengan target operasi di Juli 2024.
Hub ini akan mengamankan berbagai kebutuhan layanan telekomunikasi di IKN, salah satunya untuk mendukung penyelenggaraan Upacara Peringatan HUT Ke-79 RI nanti.
Selanjutnya pada tahap 2, pembangunan TSO Ultimate merupakan tahapan pembangunan gedung berikut dengan fasilitas yang lebih lengkap yang akan dimanfaatkan sebagai kantor Telkom Group serta sebagai pusat kegiatan yang akan menjadi kunci penghubung digital di kawasan IKN KIPP 1A. (ndu/k8)
Editor : Indra Zakaria