Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi secara m-to-m pada Agustus 2024, terdiri dari labu prang/kuning, kue kering berminyak, ikan tongkol, kue basah, emas perhiasan, bensin, cabai rawit, angkutan udara, sabun mandi cair, serta sigaret kretek tangan (SKT).
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan sumbangan deflasi secara m-to-m pada Agustus 2024 sebesar 0,30 persen, yang di antaranya disumbang oleh tomat 0,10 persen, bawang merah 0,09 persen, sawi hijau 0,06 persen, ikan layang 0,05 persen, telur ayam ras 0,04 persen, serta tempe, daging ayam ras, kangkung dan ikan bandeng masing-masing 0,02 persen.
Kemudian, untuk kelompok rekreasi, olahraga dan budaya memberikan andil atau sumbangan deflasi untuk Kaltara pada Agustus 2024 secara m-to-m sebesar 0,01 persen.
Namun, jika dilihat secara tahun ke tahun atau y-on-y, BPS Kaltara mencatat pada Agustus 2024 terjadi inflasi sebesar 1,59 persen dari gabungan tiga kabupaten/kota di Kaltara yang dilakukan penilaian indek harga konsumen (IHK), yakni Nunukan, Tarakan dan Tanjung Selor.
“Secara y-on-y terjadi kenaikan IHK di Kaltara dari 103,65 poin pada Agustus 2023 menjadi 105,30 poin pada Agustus 2024. Sedangkan tingkat inflasi y-to-d atau tahun kalender di Kaltara (Desember 2023-Agustus 2024) sebesar 0,89 persen,” sebutnya.
Adapun inflasi y-on-y di Kaltara terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau 2,48 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 2,87 persen, kelompok kesehatan 0,77 persen, kelompok transportasi 0,90 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,21 persen, kelompok pendidikan 0,30 persen.
Mas’ud menyebutkan, 10 komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan inflasi secara y-on-y pada Agustus 2024 di Kaltara meliputi beras, emas perhiasan, cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), nasi dengan lauk, kue basah, sigaret putih mesin (SPM), labu parang, minyak goreng dan angkutan udara.
“Sedangkan 10 komoditas yang paling dominan memberikan andil deflasi secara y-on-y, meliputi ikan bandeng, daging ayam ras, telur ayam ras, bahan bakar rumah tangga, ikan tongkol, ikan layang, baju muslim wanita, bawang merah, tempe dan ikan cakalang,” pungkasnya. (iwk/har)