Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Satgas Nataru Disiagakan: Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG di Kalimantan Aman

Redaksi Prokal • 2025-12-25 09:47:30
Ilustrasi BBM
Ilustrasi BBM

BALIKPAPAN — Pertamina Patra Niaga menegaskan pasokan energi di Kalimantan dalam kondisi aman menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, meski diproyeksikan terjadi lonjakan konsumsi BBM, LPG, hingga Avtur.

Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dan risiko gangguan distribusi, Satgas Nataru disiagakan sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026.

Executive General Manager Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Isfahani, menyatakan seluruh rantai pasok telah disiapkan secara menyeluruh, mulai dari stok, infrastruktur, hingga sumber daya manusia.

“Stok energi di Kalimantan berada pada level aman. Ketahanan Gasoline rata-rata 4,9 hari, Gasoil 10,2 hari, dan LPG 4,7 hari. Jadwal kedatangan kargo juga telah disusun untuk menjaga kesinambungan suplai,” ujar Isfahani dalam konferensi pers kesiapan Satgas Nataru di Balikpapan, Senin (22/12/2025).

Untuk menopang distribusi, Pertamina mengoperasikan 860 armada mobil tangki dengan 1.890 awak, didukung 1.400 SPBU, di mana 90 di antaranya beroperasi 24 jam, serta 515 agen LPG dengan 326 layanan siaga nonstop.

Mengantisipasi lonjakan dan kondisi darurat, Pertamina menempatkan tiga unit mobile storage di sekitar pusat perayaan dan wilayah rawan bencana, sekaligus memperkuat suplai di jalur strategis seperti Tol Balikpapan–Samarinda dan akses menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain kelancaran arus mudik dan libur, Pertamina juga mencatat peningkatan penyaluran Avtur sebesar 4,7 persen, seiring meningkatnya aktivitas penerbangan selama periode Nataru.

Layanan tambahan berupa Serambi MyPertamina di Bandara SAMS Sepinggan, Pelabuhan Semayang, dan Rest Area Tol Balikpapan–Samarinda disiapkan sebagai titik layanan dan istirahat masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menambahkan bahwa seluruh Terminal BBM, SPPBE, dan SPBU di Kalimantan berada dalam status siaga penuh dengan buffer stock mencukupi.

Berdasarkan proyeksi, puncak mobilitas diperkirakan terjadi pada 20–24 Desember 2025, 30–31 Desember 2025, serta arus balik 27–28 Desember 2025 dan 3–5 Januari 2026.

“Kebutuhan energi diproyeksikan meningkat, terutama Gasoline 3,3 persen, LPG 4,9 persen, dan Avtur 7,8 persen. Seluruh suplai dimonitor real-time melalui command center Satgas, sehingga penambahan distribusi dapat dilakukan cepat jika terjadi lonjakan,” jelas Edi. Pertamina juga menyiagakan 90 SPBU 24 jam, 326 agen LPG siaga, motorist BBM, hingga mobil tangki standby, serta memperketat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan.

“Kami memastikan pasokan energi di Kalimantan tetap aman dan terkendali sepanjang Nataru. Masyarakat diimbau mengisi BBM sebelum perjalanan dan memanfaatkan layanan MyPertamina,” pungkas Edi. (*)

 

Editor : Indra Zakaria