Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Semarak Imlek hingga Ramadan: Bank Indonesia Siapkan Rp185 Triliun dan Ribuan Titik Penukaran Uang Layak Edar

Redaksi Prokal • 2026-02-14 11:08:17
TUKAR UANG: Warga menunjukkan uang baru yang ditukarkan di layanan penukaran uang rupiah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Pontianak. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
TUKAR UANG: Warga menunjukkan uang baru yang ditukarkan di layanan penukaran uang rupiah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Pontianak. (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

 

PROKAL.CO– Bank Indonesia (BI) mengambil langkah proaktif untuk memenuhi lonjakan kebutuhan uang kartal masyarakat menjelang rangkaian hari besar keagamaan nasional, mulai dari Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, hingga persiapan menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026. Secara nasional, bank sentral telah menyiapkan uang tunai layak edar dengan nilai fantastis mencapai Rp185,6 triliun, sebuah angka yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan penguatan mobilitas dan konsumsi rumah tangga.

Khusus di Kalimantan Barat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersama mitra perbankan menggelar program penukaran uang terpadu yang dipusatkan di berbagai pusat perdagangan dan perbelanjaan Kota Pontianak. Masyarakat dapat menukarkan uang pecahan baru mulai dari denominasi Rp1.000 hingga Rp50.000 dengan batas maksimal penukaran sebesar Rp5.300.000 per orang. Layanan ini dirancang untuk memastikan kebutuhan uang kecil bagi tradisi perayaan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.

Guna meningkatkan kenyamanan dan menghindari antrean panjang, Bank Indonesia mewajibkan proses pemesanan penukaran uang dilakukan melalui aplikasi PINTAR. Melalui platform digital ini, masyarakat dapat memilih jadwal serta lokasi penukaran secara mandiri, sehingga proses di lapangan menjadi lebih efisien dan terorganisir. Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa dari total dana yang disiapkan secara nasional, sebesar Rp177 triliun dialokasikan khusus untuk kebutuhan perbankan guna menjamin ketersediaan uang tunai di mesin-mesin ATM dan kantor cabang bank di seluruh pelosok negeri.

Selain memfasilitasi penukaran uang fisik, Bank Indonesia tetap konsisten mendorong transformasi digital. Di tengah tingginya aktivitas ekonomi periode ini, BI mengimbau masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan kanal pembayaran nontunai seperti mobile banking, BI-FAST, hingga QRIS. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko keamanan sekaligus memberikan kemudahan bertransaksi di tengah keramaian pusat perbelanjaan.

Kelancaran distribusi uang ini didukung oleh sinergi kuat antara BI dengan perbankan dan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengolahan Uang Rupiah (APJATIN). Melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026 yang berlangsung hingga 15 Maret mendatang, BI menyediakan lebih dari 8.700 titik layanan kas yang tersebar di lokasi strategis, termasuk rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat. Dengan persiapan yang matang ini, pemerintah berharap perputaran uang di masyarakat dapat berjalan tertib dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara positif. (*)

Editor : Indra Zakaria