Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gubernur Zainal "Jualan" Potensi Kaltara di Forum Saudagar: Dari Bubuk Kratom hingga Jalur Wisata Lintas Negara

Redaksi Prokal • Minggu, 29 Maret 2026 - 18:15 WIB

Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, menghadiri pertemuan Saudagar Bugis-Makassar. (IWAN K/RADAR TARAKAN)
Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, menghadiri pertemuan Saudagar Bugis-Makassar. (IWAN K/RADAR TARAKAN)

MAKASSAR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., memanfaatkan momentum Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Kamis (26/3/2026), untuk menjaring investasi besar. Di hadapan para pengusaha tangguh, orang nomor satu di Kaltara ini membedah kekayaan komoditas "emas hijau" hingga posisi geopolitik Kaltara yang sangat menguntungkan.

Membawa semangat "Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh", Gubernur Zainal mengajak para investor untuk tidak sekadar melirik, tapi langsung beraksi di provinsi ke-34 Indonesia tersebut. Salah satu yang mencuri perhatian dalam paparan Gubernur adalah komoditas kratom. Tanaman yang kini mulai mendapat pengakuan regulasi ini disebut memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar internasional, terutama dalam bentuk bubuk ekspor.

"Kaltara memiliki banyak sektor unggulan, mulai dari hilirisasi produk perkebunan seperti pengolahan selai nanas Krayan, hingga ekspor bubuk kratom yang nilai jualnya sangat tinggi di pasar dunia," ujar Gubernur Zainal dengan optimis.

Tak hanya itu, ia memaparkan data kekuatan sektor kelautan Kaltara yang sangat masif. "Potensi rumput laut kita mencapai 857.797 ton per tahun. Kita juga punya udang windu, bandeng, dan kepiting bakau yang kualitasnya sudah diakui," tambahnya.

Gubernur juga menyoroti industri sarang burung walet di Kabupaten Tana Tidung. Menurutnya, sektor ini masih menyimpan ruang investasi yang luas, terutama di bagian pengolahan agar nilai jualnya bisa melambung lebih tinggi sebelum dilempar ke pasar ekspor.

Namun, daya tarik Kaltara tidak berhenti di komoditas alam. Sebagai mantan Wakapolda Kaltara, Zainal memahami betul nilai strategis wilayahnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Ia menawarkan konsep pariwisata lintas negara yang menghubungkan Kaltara (Indonesia) dengan Sabah (Malaysia), Tawi-Tawi (Filipina), hingga Brunei Darussalam.

"Sebagai daerah perbatasan, posisi geografis Kaltara sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional yang menghubungkan berbagai negara di Asia hingga Australia," bebernya di hadapan para saudagar.

Melalui forum bergengsi ini, Gubernur Zainal berharap para pengusaha Bugis-Makassar dapat melihat Kaltara sebagai "tanah harapan" baru. Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya menguntungkan pengusaha, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga di beranda depan NKRI.

"Harapannya, para saudagar dapat melihat langsung peluang ini dan ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan RI-Malaysia," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria