JAKARTA — Langkah besar diambil pemerintah dalam upaya mentransformasi ekonomi pedesaan melalui pembukaan rekrutmen 30.000 posisi Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program strategis yang digagas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk menyuntikkan manajemen profesional ke dalam koperasi desa, menjadikannya lebih modern dan kompetitif di tengah arus ekonomi digital.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa skema pengupahan bagi para manajer terpilih akan bersifat fleksibel dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan, mulai dari jenjang D3, D4, hingga S1. Meskipun angka nominal secara spesifik belum dirilis, sejumlah pengamat memperkirakan pendapatan posisi ini sangat kompetitif, yakni berada di rentang Rp7,5 juta hingga Rp50 juta. Besaran tersebut disesuaikan dengan skala operasional serta tanggung jawab di wilayah penugasan, yang dipastikan jauh melampaui standar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, termasuk di wilayah DKI Jakarta yang saat ini berada di angka Rp5,7 juta.
Kehadiran Kopdes Merah Putih sendiri diproyeksikan menjadi ekosistem ekonomi terpadu yang jauh lebih luas dari sekadar koperasi konvensional. Para manajer nantinya akan memimpin pengelolaan rantai pasok distribusi sembako, penyediaan layanan kesehatan seperti apotek desa, hingga menjadi mitra logistik utama bagi petani dan nelayan. Peran ini menjadi krusial untuk memutus rantai distribusi yang selama ini terlalu panjang, sehingga meningkatkan kesejahteraan produsen di tingkat desa sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat.
Bagi talenta muda yang ingin berkontribusi, pemerintah menetapkan kualifikasi minimal lulusan D3, D4, atau S1 dari semua jurusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,75. Selain itu, batas usia pendaftar ditentukan maksimal 35 tahun pada saat mendaftar. Para peserta yang lolos seleksi akan diikat dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun, memberikan kesempatan emas bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman manajerial di level strategis.
Proses pendaftaran telah dibuka secara resmi sejak 15 April hingga 24 April 2026 melalui portal nasional di laman https://phtc.panselnas.go.id. Pemerintah mengimbau calon pelamar untuk waspada terhadap segala bentuk praktik pungutan liar, karena seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan tanpa biaya. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa segala bentuk iming-iming kelulusan dengan imbalan uang adalah murni penipuan, sehingga masyarakat diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi untuk berpartisipasi dalam program penguatan ekonomi nasional ini.
Editor : Indra Zakaria