SAMARINDA – "Hari ini PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara resmi memasuki babak baru kepemimpinan," ujar Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, saat mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 di Kantor Pusat Bankaltimtara, Jumat (24/4).
Rudy menjelaskan bahwa terpilihnya Romy Wijayanto sebagai Direktur Utama periode 2026–2030 telah disepakati oleh seluruh pemilik suara. "Keputusan ini diambil secara aklamasi oleh 16 pemegang saham dari wilayah Kaltim dan Kaltara. Pak Romy Wijayanto, yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan Bank DKI, resmi menggantikan posisi Pak Muhammad Yamin," lanjutnya.
Mengenai ketatnya proses seleksi, Rudy membeberkan bahwa hasil penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi penentu utama. "Keputusan diambil berdasarkan penilaian OJK, dan Pak Romy meraih skor tertinggi. Selain itu, lembaga independen lain seperti KLN dan LIPI juga memberikan penilaian serupa yang memperkuat posisi beliau," tegas pria yang akrab disapa Harum tersebut.
Gubernur Rudy juga memaparkan kriteria khusus yang ia terapkan dalam mencari sosok pemimpin bagi bank plat merah ini. "Kami menuntut kinerja yang lahir dari kompetensi dikalikan dengan energi. Perpaduan antara kecakapan dan semangat kerja inilah yang kami temukan dalam sosok Pak Romy," ungkapnya dengan optimistis.
Terkait target masa depan, Rudy ingin Bankaltimtara mulai melebarkan sayapnya lebih jauh ke level pusat. "Semoga Bankaltimtara ke depan bisa berkompetisi dengan bank-bank nasional lainnya. Kami ingin bank ini berkiprah di tingkat nasional dan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat, tidak lagi sekadar menjadi jago kandang," tuturnya.
Romy Wijayanto sendiri hadir dengan modal prestasi mentereng sebagai peraih Indonesia Best CFO Awards dan penggerak Transformasi 5.0. Dalam RUPS tersebut, ia disambut langsung oleh jajaran pemimpin daerah, termasuk Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang serta para Bupati dan Wali Kota se-Kaltim dan Kaltara yang menaruh harapan besar pada transformasi perbankan di era baru ini. (*)
Editor : Indra Zakaria