PROKAL.CO, SAMARINDA — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 mencapai 2.106.306 orang, atau turun 16.850 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas'ud Rifai, mengungkapkan bahwa penurunan juga terjadi pada tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) yang tercatat sebesar 66,25 persen. Angka tersebut turun 0,15 persen poin secara tahunan.
“Penurunan ini mencerminkan berkurangnya proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi,” ujarnya dalam rilis resmi, Selasa (5/5/2026). Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 1.995.214 orang tercatat bekerja, sementara 111.092 orang lainnya masih menganggur. Secara tahunan, jumlah penduduk bekerja turun 14.776 orang, sedangkan jumlah pengangguran berkurang 2.074 orang.
Meski demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) menunjukkan perbaikan tipis. Pada Februari 2026, TPT berada di level 5,27 persen, turun 0,06 persen poin dibandingkan Februari 2025.
Struktur lapangan kerja di Kalimantan Timur masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 19,57 persen atau setara 390.461 orang. Disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 16,96 persen (338.446 orang), serta sektor Akomodasi dan Makan Minum sebesar 9,18 persen.
Sebaliknya, sektor dengan kontribusi paling kecil adalah Penyediaan Listrik dan Air yang hanya menyerap 1,01 persen tenaga kerja atau sekitar 20.200 orang.
BPS juga mencatat adanya pergeseran penyerapan tenaga kerja antar sektor. Peningkatan terbesar terjadi pada sektor Aktivitas Jasa Lainnya yang bertambah 38.156 orang, diikuti sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebanyak 13.067 orang serta sektor Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9.208 orang.
Sementara itu, sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan paling signifikan dengan berkurangnya 40.356 tenaga kerja.
Pekerja Formal Meningkat
Dalam hal status pekerjaan, jumlah pekerja formal di Kalimantan Timur mencapai 1.106.348 orang atau setara 55,45 persen dari total pekerja. Angka ini meningkat 2,37 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, persentase pekerja setengah penganggur tercatat menurun 0,82 persen poin, sedangkan pekerja paruh waktu meningkat 0,92 persen poin secara tahunan.
Kesenjangan Partisipasi Gender
Berdasarkan jenis kelamin, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki tercatat jauh lebih tinggi dibanding perempuan. TPAK laki-laki mencapai 84,25 persen, sedangkan perempuan hanya 46,85 persen.
Secara tahunan, TPAK laki-laki meningkat 1,37 persen poin, sementara TPAK perempuan justru menurun 1,79 persen poin.
Penyesuaian Klasifikasi Lapangan Usaha
BPS juga mulai menerapkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 secara bertahap, menggantikan KBLI 2020 yang digunakan pada Sakernas Februari 2025. Perubahan ini berdampak pada komparabilitas antar sektor, khususnya sektor perdagangan yang tampak menurun karena sebagian aktivitasnya direklasifikasi ke sektor jasa lainnya.
“Perubahan klasifikasi ini perlu diperhatikan dalam membaca tren sektoral agar tidak terjadi salah interpretasi,” kata Mas’ud.
Secara keseluruhan, dinamika ketenagakerjaan di Kalimantan Timur pada awal 2026 menunjukkan adanya penurunan jumlah angkatan kerja dan pekerja, namun disertai perbaikan terbatas pada tingkat pengangguran dan peningkatan proporsi pekerja formal. (*)
Editor : Indra Zakaria