Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Era Kayu dan Aluminium Berakhir? UPVC Perlahan Kuasai Pasar Bangunan 

Redaksi Prokal • Senin, 8 Juni 2026 | 21:41 WIB
Material bangunan berbahan UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) semakin menjadi perhatian di industri konstruksi Indonesia.
Material bangunan berbahan UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) semakin menjadi perhatian di industri konstruksi Indonesia.

 

PROKAL.CO, SAMARINDA - Material bangunan berbahan UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride) semakin menjadi perhatian di industri konstruksi Indonesia. Material modern ini bahkan diprediksi akan perlahan menggantikan peran kayu dan aluminium pada berbagai aplikasi bangunan.

Terutama untuk material pada pintu, jendela, kusen,  atap bahkan dinding atau partisi bangunan.  Menurut Daya Bayu Putra (Bayu), Head Marketing PT Berkat Indohana Lestari (PT BIL) dan Mahakam UPVC Samarinda, tren penggunaan UPVC terus meningkat seiring kebutuhan masyarakat terhadap material yang lebih awet, hemat perawatan, dan ramah lingkungan.

"Kesadaran masyarakat terhadap material yang tahan lama dan minim perawatan terus meningkat. Karena itu, UPVC memiliki peluang besar menjadi material masa depan," ujar Bayu. Dibandingkan kayu dan aluminium, UPVC memiliki sejumlah keunggulan, seperti tahan rayap, tidak lapuk, anti karat, tahan korosi, tidak mudah penyok, serta memiliki usia pakai yang panjang.

Khusus untuk atap, material UPVC mampu meredam panas sehingga ruangan terasa lebih sejuk. Saat hujan, suara yang ditimbulkan juga jauh lebih senyap dibanding atap seng atau material sejenis. Tak hanya itu, UPVC juga dikenal ramah lingkungan karena dapat didaur ulang dan bebas timbal (lead free), sehingga lebih aman bagi penghuni bangunan.

"Dalam jangka panjang, UPVC juga lebih ekonomis karena minim biaya perawatan dan memiliki daya tahan tinggi," tambah Bayu. Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga dipercaya membangun puluhan unit rumah modular sebagai rumah layak huni di Kabupaten Kutai Timur dan beberapa wilayah lain.  "Kami sudah bangun Rumah tipe 36 dengan menggunakan 80 persen material upvc, mulai atap, dinding, jendela dan pintu, sebagai pilot project rumah layak huni, " ungkap Bayu kepada awak media. 

Di Kalimantan Timur, perkembangan industri UPVC ditandai dengan hadirnya pabrik UPVC pertama di daerah ini milik PT Berkat Indohana Lestari (PT BIL) di Desa Batuah, Kutai Kartanegara. Melalui merek Hana UPVC, perusahaan memproduksi berbagai kebutuhan konstruksi modern yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan dan Indonesia. (*)

Editor : Indra Zakaria
#upvc