Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabar Baik dari Pesisir Balikpapan: 86 Bayi Penyu Lekang Siap Arungi Laut Lepas Hari Ini

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Anak penyu alias tukik yang siap dilepas.
Anak penyu alias tukik yang siap dilepas.

Advertisement

 

PROKAL.CO- Geliat pelestarian satwa langka di Kota Beriman kembali membuahkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 86 ekor tukik atau anak penyu lekang berhasil menetas dengan selamat melalui program penangkaran intensif yang dimotori oleh para aktivis lingkungan dari Lingkar Daya Konservasi Alam (Lingdaka). Bayi-bayi penyu yang lahir di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo, Balikpapan Selatan ini tidak akan lama mendekam di penangkaran, karena mereka dijadwalkan untuk langsung dilepasliarkan menuju rumah aslinya di lautan luas pada hari Senin, 8 Juni 2026.

Keberhasilan ini menjadi bukti penting bahwa pesisir Balikpapan masih dipercaya oleh alam sebagai tempat bernaung satwa yang dilindungi negara tersebut. Aktivis Lingdaka, Ardan, menjelaskan bahwa penyu lekang merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi penuh oleh negara karena populasinya yang terus merosot tajam di alam liar. Menariknya, kawasan pantai di Balikpapan Selatan ini seolah sudah menjadi lokasi favorit yang terus didatangi kawanan penyu dari tahun ke tahun untuk meneruskan keturunan mereka. "Penyu-penyu ini hampir setiap tahun bertelur di pantai ini," ujar Ardan dengan nada optimis. Rutinitas pendaratan satwa bercangkang ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem pesisir Balikpapan masih menyimpan potensi besar sebagai habitat krusial yang harus terus dijaga demi mencegah kepunahan.

Advertisement

Kisah penyelamatan puluhan tukik ini sendiri dimulai sekitar dua bulan lalu, ketika seekor induk penyu lekang naik ke daratan pada malam hari, menggali pasir pantai, dan menitipkan ratusan telurnya di sana sebelum kembali menghilang di balik ombak. Menyadari adanya ancaman nyata dari tangan jahat manusia maupun predator alami yang mengintai, Ardan bersama tim konservasi bergerak cepat mengevakuasi sarang tersebut ke tempat penangkaran yang jauh lebih aman. Dari total 183 butir telur yang berhasil diamankan dan dirawat, separuh lebih di antaranya berhasil pecah telur dalam kondisi yang sangat sehat. "Awalnya ada 183 telur yang kita pindahkan ke tempat yang lebih aman. Alhamdulillah, yang berhasil menetas sebanyak 86 ekor," katanya saat menceritakan proses panjang penyelamatan tersebut.

Sebelum momen pelepasan yang mendebarkan itu tiba, seluruh tukik mungil ini dirawat dengan sangat hati-hati di area konservasi agar kondisi fisik mereka benar-benar prima untuk menghadapi kerasnya kehidupan laut. Selama masa karantina singkat tersebut, mereka diberi asupan pakan alami berupa rumput laut segar yang dipanen langsung dari perairan sekitar. Ardan menaruh harapan besar agar aksi pelepasliaran pada Senin, 8 Juni 2026 ini bisa berjalan mulus dan memberikan kesempatan hidup yang tinggi bagi para tukik hingga mereka tumbuh dewasa. "Rencananya Senin, 8 Juni 2026, akan kita lepaskan tukik-tukik ini ke laut. Kami berharap dari 86 tukik ini banyak yang berhasil menjadi penyu dewasa sehingga dapat membantu mencegah kepunahan mereka," pungkasnya penuh harap. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dua Ekor Penyu Naik ke Pesisir Pulau Derawan, Dalam Dua Bulan Segini yang Bertelur

Dua Ekor Penyu Naik ke Pesisir Pulau Derawan, Dalam Dua Bulan Segini yang Bertelur

Upaya menjaga kelestarian penyu di kawasan wisata Pulau Derawan, Kabupaten Berau, terus dilakukan melalui pemantauan dan perlindungan.

  Tega Nian, Hewan Dilindungi Ini Ditemukan Mati di Pesisir, Ada Luka Sayatan, Sudah Begitu Telurnya Dijarah

Tega Nian, Hewan Dilindungi Ini Ditemukan Mati di Pesisir, Ada Luka Sayatan, Sudah Begitu Telurnya Dijarah

Seekor penyu berukuran besar ditemukan mati mengenaskan di kawasan pesisir Balikukup, Kabupaten Berau. Diduga, hewan dilindungi itu dibunuh oleh orang tak bertanggung jawab. 

Sisa 65 Ekor Penyu Bertahan di Balikpapan, Penyu Lekang Jadi Penguasa

Sisa 65 Ekor Penyu Bertahan di Balikpapan, Penyu Lekang Jadi Penguasa

65 Ekor Penyu Langka Bertahan di Balikpapan, Penyu Lekang Jadi Penguasa Kondisi ekosistem perairan di Kota Minyak tampaknya masih menjadi rumah yang ramah bagi kelestarian satwa purba. Dinas Kelautan,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer