Geliat Pariwisata Kaltim Juli 2026: Wisnus Capai 440 Ribu Perjalanan, Wisman Asal Brunei Mendominasi

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:30 WIB
SPOT: Potensi wisata barakuda di perairan Maratua sebagai daya tarik unggulan wisata bahari Kabupaten Berau. (ISTIMEWA)
SPOT: Potensi wisata barakuda di perairan Maratua sebagai daya tarik unggulan wisata bahari Kabupaten Berau. (ISTIMEWA)

SAMARINDA– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur memaparkan catatan dinamika pariwisata dan mobilitas penduduk di wilayah Kaltim sepanjang bulan Juli 2026. Hasilnya menunjukkan aktivitas pergerakan wisatawan nusantara (Wisnus) berada pada grafik yang cukup tinggi, sementara kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) relatif stabil.

Sepanjang Juli 2026, jumlah pergerakan Wisnus di dalam negeri tercatat mencapai 442.585 perjalanan. Tiga daerah yang menjadi penyumbang terbesar pergerakan wisatawan domestik ini didominasi oleh Kota Samarinda sebesar 25,21 persen, disusul Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 19,92 persen, dan Kota Balikpapan sebesar 18,56 persen.

Di sektor mancanegara, BPS mencatat sebanyak 998 kunjungan Wisman masuk ke Kalimantan Timur pada Juli 2026. Angka ini hanya turun tipis sebanyak tujuh kunjungan jika dibandingkan bulan Juni 2026 yang berada di angka 1.005 kunjungan. Wisatawan asal Brunei Darussalam menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 30 persen, diikuti Malaysia sebesar 23 persen, dan Tiongkok sebesar 6 persen.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa tren kunjungan wisatawan asing ke Benua Etam belakangan ini memang berada pada ritme yang konstan.

“Untuk wisatawan mancanegaranya cenderung stabil, hampir di angka 1.000,” ujar Mas'ud.

Sementara itu, untuk statistik wisatawan nasional (Wisnas)—yaitu warga Indonesia asal Kaltim yang kembali dari luar negeri melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan—tercatat sebanyak 4.570 perjalanan. Angka tersebut melandai cukup signifikan dari bulan Juni 2026 yang sempat menembus 7.902 perjalanan.

Mas’ud menegaskan bahwa penurunan angka Wisnas dari luar negeri pada Juli merupakan hal yang wajar karena dinamika musiman. “Kalau untuk Wisnus meningkat, ya. Tapi tadi Wisnas, wisatawan nasionalnya ada penurunan. Penurunannya ada yang sifatnya occasional, khususnya sebelumnya karena haji. Jadi masih wajar,” terangnya.

Secara keseluruhan, indikator kepariwisataan Kalimantan Timur pada periode Juli 2026 mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat lokal serta konsistensi daya tarik daerah bagi wisatawan mancanegara kawasan regional. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
wisatawan