Perempuan yang Sandwich Generation Menanggung Beban Keluarga, Terhambat Siapkan Masa Depan 

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 14:27 WIB
Ilustrasi perempuan berpikir.
Ilustrasi.

PROKAL.CO, JAKARTA-Sandwich generation di Asia menghadapi tantangan finansial. Fakta ini terungkap dalam Sandwich Generation Special Report 2026 yang dikeluarkan Sun Life.

Dalam siaran persenya kepada media ini, studi ini menunjukkan meski lebih aktif menabung, berinvestasi, dan mempersiapkan masa depan, sandwich generation tetap menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan karena harus menyeimbangkan kebutuhan diri sendiri dengan kebutuhan anak dan orang tua.

Tekanan ini semakin terasa bagi perempuan, yang memegang peran besar dalam pengasuhan dan pengambilan keputusan untuk seluruh anggota keluarga.
Baca Juga: Siapkan Rp 1,6 Triliun, Real Madrid Berniat Pulangkan 'Si Anak Hilang' Nico Paz ke Bernabeu

Menjawab berbagai tantangan tersebut, Sun Life menghadirkan Lighter with Sun Life, platform berbasis digital untuk meningkatkan pemahaman finansial bagi generasi sandwich di Indonesia dalam mengelola berbagai prioritas keuangan serta membangun ketahanan finansial jangka panjang.

Besarnya peran perempuan dalam keluarga terlihat dari keterlibatan mereka dalam berbagai keputusan, terutama terkait kesehatan.

Sebanyak 89 persen perempuan sandwich generationterlibat dalam pengambilan keputusan  terkait kesehatan anak, dan angkanya meningkat menjadi 93 persen ketika menyangkut perawatan anggota keluarga lanjut usia.

Di tengah tanggung jawab tersebut, perempuan perlu menyeimbangkan kebutuhan dua generasi dengan pekerjaan, keuangan rumah tangga, dan rencana masa depan mereka sendiri.
Tanggung jawab yang besar ini turut memengaruhi kondisi finansial mereka.

Sebanyak 82 persen perempuan sandwich generation menyebut tanggung jawab rumah tangga sebagai hambatan dalam memperkuat kondisi finansial mereka.

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, 37 persen membatasi investasi dan 26 persen mengambil utang atau pinjaman.

Bahkan, 79 persen pernah menunda atau melewatkan perawatan medis demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Albertus Wiroyo, Presiden Direktur Sun Life Indonesia, mengatakan tanggung jawab terhadap keluarga tidak seharusnya mengorbankan masa depan sendiri. 
Bagi sandwich generation, ketahanan finansial berarti mampu memenuhi kebutuhan keluarga hari ini tanpa mengesampingkan kesehatan, keamanan finansial, dan rencana masa depan.

“Sun Life berkomitmen untuk terus membantu masyarakat membangun ketahanan finansial yang lebih kuat melalui edukasi, perlindungan, dan perencanaan yang relevan, sehingga mereka dapat menghadapi berbagai tanggung jawab hari ini sekaligus mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri,” katanya.

Tantangan finansial tidak hanya dirasakan perempuan, tetapi juga sandwich generation secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Cabai Naik di Berbagai Daerah, Ini Penjelasan Kabag Perekonomian Samarinda

Meski menghadapi berbagai tanggung jawab keluarga, mereka tetap berupaya dalam memperkuat kondisi finansial. Sebanyak 67 persen meningkatkan tabungan dalam setahun terakhir dan 52 persen berinvestasi secara rutin.

Namun, 29 persen masih menyebut kewajiban keluarga sebagai hambatan untuk memiliki kendali finansial yang lebih besar, sementara 28 persen telah mengurangi atau menghentikan sementara kontribusi dana pensiun akibat tanggung jawab pengasuhan.

Ketika kebutuhan keluarga terus berjalan, mempersiapkan masa depan finansial tidak bisa ditunda.

Untuk membantu sandwich generation menyeimbangkan keduanya, Sun Life menghadirkan Lighter with Sun Life, platform berbasis digital yang dirancang untuk membuat perencanaan keuangan terasa lebih praktis, mudah dipahami, dan relevan dengan tantangan sehari-hari.

Melalui Lighter, Sun Life ingin membantu generasi sandwich generation membangun pemahaman dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial, sehingga dapat memenuhi tanggung jawab saat ini sekaligus mempersiapkan masa depan.

“Melalui Lighter, Sun Life ingin membantu sandwich generation mengambil langkah finansial dengan lebih percaya diri melalui materi pemahaman finansial yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengguna juga dapat melanjutkan pembelajaran melalui percakapan dengan advisor untuk membantu merencanakan keuangan sesuai kebutuhan mereka,” jelas Albertus Wiroyo.

Lighter menawarkan lima topik interaktif yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

Invest in Yourself membantu membangun fondasi finansial diri; Find Your Balance membantu mengelola pendapatan dan berbagai kebutuhan keluarga; A Softer Landing mengajak pengguna memahami pentingnya dana darurat dan perlindungan; Life’s Chapters membantu menyeimbangkan kebutuhan saat ini dengan tujuan jangka panjang; serta Retirement Starts Todaymembantu mempersiapkan masa pensiun sejak dini.

Dengan pendekatan ini, perencanaan finansial tidak hanya berfokus pada kebutuhan saat ini, tetapi juga membantu generasi sandwich mempersiapkan berbagai tahap kehidupan di masa depan. 

Melalui pemahaman finansial dan perencanaan yang relevan, Sun Life berkomitmen membantu sandwich generation mengambil keputusan finansial dengan lebih percaya diri, sehingga dapat merawat keluarga sekaligus tetap mempersiapkan masa depan mereka sendiri.

Baca Juga: Kukar Siapkan Beasiswa Kuliah untuk Perangkat Desa, ASN Terbaik Bakal Diperluas

Sandwich Generation Special Report 2026 merupakan sintesis dari tiga studi Sun Life, yaitu Financial Resilience Index 2026, Women’s Wealth 2026, dan Retirement Reimagined 2025. Ketiga studi tersebut melibatkan total 12.000 responden, dengan analisis terhadap 2.671 responden sandwich generationdi enam pasar Asia, termasuk Indonesia. (*)

Editor : Faroq Zamzami
Sandwich Generation finansial