Djadjang Nurdjaman diharapkan menjadi juru selamat bagi Persikabo 1973 yang sedang berjuang untuk keluar dari zona degradasi.
GIANYAR – Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, menyanggupi tantangan itu. Namun, belum apa-apa, mantan pelatih Persela Lamongan tersebut langsung dihadapkan dengan ujian yang berat.
Ya, ujian berat itu datang dari Persib Bandung, tim yang berada di urutan kedua klasemen sementara Liga 1. Djanur mengakui kehebatan Maung Bandung, julukan Persib, di tangan Bojan Hodak. Menurut Djanur, mantan timnya itu sedang berada dalam tren yang positif. Belum terkalahkan dalam enam pertandingan beruntun.
Sebaliknya, Persikabo menjadi tim pesakitan. Laskar Padjadjaran, julukan Persikabo, belum pernah menang dalam sepuluh pertandingan berturut-turut. Persikabo kali terakhir merasakan kemenangan pada 4 November tahun lalu. Tepatnya saat mengalahkan RANS Nusantara FC dengan skor 2-1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Meski kedua tim memiliki capaian yang berbeda, Djanur meminta para pemainnya untuk tidak minder saat menghadapi Persib malam ini di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali (siaran langsung Indosiar pukul 21.30 Wita). Menurut Djanur, dalam sepak bola, tidak ada hal yang mustahil. ’’Asalkan bertanding dengan fighting spirit yang tinggi dan ada keinginan untuk mau menang, meraih tiga poin atas Persib bukan hal yang tidak mungkin,’’ ujar mantan pelatih Persebaya Surabaya itu kemarin.
Saat ini pekerjaan rumah Djanur jelang laga menghadapi Maung Bandung adalah mempercepat pemahaman taktik bermain. Pelatih yang sempat menukangi Barito Putera itu belum punya banyak waktu untuk meracik Persikabo sesuai seleranya. Sebab, Djanur baru melatih perdana pada Selasa (12/3) atau H-3 jelang laga kontra Persib.
’’Persiapan saya sangat minim. Tapi, dalam persiapan yang singkat, kami coba maksimalkan agar bisa memberikan perlawanan terbaik saat melawan Persib,’’ tegas mantan pelatih PSMS Medan tersebut.
Djanur menambahkan, dalam persiapan yang minim, dirinya lebih banyak membangkitkan motivasi para pemain. Sebab, Persikabo sudah sangat lama tidak pernah menang. ’’Dalam sebuah pertandingan, faktor mental harus diperhatikan. Apalagi, lawan yang akan dihadapi adalah Persib. Saya harus melawan mereka saat kondisi Persikabo sedang seperti ini. Tapi, saya meminta para pemain untuk tidak menyerah,’’ ucapnya.
Di sisi lain, pelatih Persib Bojan Hodak meminta pasukannya untuk mewaspadai kebangkitan Persikabo. Menurut dia, pergantian pelatih bisa menjadi titik balik kebangkitan tim lawan. ’’Apalagi saya dengar mereka katanya tidak merasa di bawah tekanan. Mereka akan bermain lepas dan tampil all-out. Tentu ini akan jadi laga yang sulit bagi kami,’’ ujar pelatih yang pernah menangani PSM Makassar itu.
Meski demikian, Bojan optimistis bisa melewati adangan Laskar Padjadjaran. Dia mengantisipasi pertandingan itu dengan datang lebih awal ke Bali. Tujuannya, beradaptasi dengan suasana Ramadan.
“Saya melihat latihan kami bagus. Mereka bisa beradaptasi dengan Ramadan. Saya berharap besok (hari ini, Red) para pemain bisa bermain seperti biasa dan mengerahkan kemampuan terbaiknya,’’ tegas mantan pelatih Johor Darul Ta'zim (JDT) itu.(fiq/c17/ali/jpg/er/k16)
Editor : Indra Zakaria